Sulut Times, Manado: Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia menggiatkan sosialisasi Program Kartu Prakerja di Provinsi Sulawesi Utara dengan jumlah 500 ribu kuota yang menggunakan skema sistem offline.

Tim yang dipimpin oleh Plt Direktur Bina Stankomlatker Dirjen Binalattas, Muktar Azis menjelaskan dari dijalankan program ini hingga persyaratan calon penerima dan manfaat dari kartu pra kerja.
Sosialisasi yang dihelat di aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulut, Jumat (13/03/2020) dan diikuti kepala dinas tenaga kerja kabupaten/kota, Lembaga Pelatihan, Apindo, dan PHRI. Turut juga memantau anggota DPRD Kabupaten Minahasa Tenggara.
Pembicara menjelaskan bahwa dana sudah disiapkan pemerintah sebesar Rp 10 Trilyun dan 1 kartu pra kerja bernilai Rp 5 juta, namun tak bisa diuangkan. Dana yang terkandung pada 1 kartu pra kerja ditegaskan Muktar dapat terpakai saat penerima mendaftarkan diri di tempat pelatihan untuk peningkatan kualitas serta ketrampilan yang bermanfaat dalam mendapatkan kerja atau menciptakan lapangan kerja.
Lebih lanjut usai mengikuti pelatihan dan mendapat sertifikat, penerima atau pemegang kartu Pra Kerja akan menerima insentif sebesar Rp 500.000,- .

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulut, Erny Tumundo menyampaikan apresiasi kehadiran pihak Kemnaker untuk mensosialisasi apa itu kartu pra kerja serta manfaatnya bagi sektor ketenagakerjaan, terlebih daerah ini merupakan salah satu provinsi prioritas.





























Komentar