Sulut Times, CIMAHI : Pengucapan Syukur menjadi salah satu kegiatan tahunan bagi warga Sulawesi Utara terlebih khusus Tou Minahasa ( Orang Minahasa).
Pengucapan Syukur merupakan bentuk ungkapan syukur atas berkat Tuhan terhadap hasil panen seperti padi, cengkeh, jagung dan hasil alam lainnya. Masyarakat adat Minahasa biasanya membawa hasil alam tersebut untuk dibawah ke tempat ibadah/gereja.
Di dewasa ini, bukan hanya hasil alam yang bisa dipersembahkan, melainkan dengan hasil dan capaian akan kinerja kita juga bisa dipersembahkan.
Pengucapan Syukur biasanya diadakan antara bulan Juni hingga Oktober, dan dirayakan setiap tahunnya.
Pengucapan Syukur tidak dirayakan di tanah Minahasa saja. Warga Minahasa yang berada dirantau juga kerap kali mengadakan kegiatan tahunan seperti ini.
Warga Minahasa yang tergabung dalam Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) Jawa Barat turut melestarikan akan budaya ini di tanah Jawa.
Ir. Roddy Tinggogoy, MM selaku ketua panita Pengucapan Syukur Kerukunan Keluarga Kawanua Jawa Barat mengatakan acara ini bisa menjadi warisan bagi anak cucu kita yang berada di tanah rantau.
“Acara Pengucapan Syukur ini bisa melestarikan akan budaya Tou Kawanua di rantau, sehingga anak cucu kita yang lahir dan besar di Jawa Barat ini bisa tahu akan makna tradisi dari Pengucapan Syukur ini. Di momen ini bisa mempererat tali silahturahmi Tou Kawanua, bisa berkumpul serta bersukacita bersama-sama,” ujar Tinggogoy saat dikonfirmasi via whatsup ( Rabu, 26/10/22)
Acara Pengucapan Syukur Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) Jawa Barat dilaksanakan di Gedung Serbaguna Imanuel Cimahi, Sabtu (22/10/22) lalu.
Acara ini mendapat support penuh dari Ketum DPP KKK Angelica Tengker, Ketua Pembina DPP-KKK Irjen Pol (Purn) Dr. Ronny Sompie, Sekjend dan Bendum KKK Provinsi Jabar, Kumpulan Sosial ( Roong & Taranak), Wadan Pussen Armed Kodiklat Brigjen TNI Jolly Suawa. PHMJ GPIB Imanuel Cimahi, Tokoh Masyarakat, Mahasiswa Sulut, GPPMP, LAMI, K2SI.



























Komentar