Suluttimes.com, AIRMADIDI – Usai menggelar upacara peringatan HUT RI ke-78. Hari ini, Jumat (18/08/23) Pemerintah bersama masyarakat Desa Maumbi merayakan HUT Desa Ke-402 yang baru digelar untuk pertama kalinya di tahun 2023.
Syukuran HUT Desa Maumbi diwarnai dengan “Launcing Buku Sejarah Desa Maumbi”, notabene terdapat 402 halaman menurut DR Ivan Kaunang SH MHum selaku penulis buku baru bisa dicetak 10 eksemplar. Selanjutnya tinggal diperbanyak oleh Pemerintah Desa (Pemdes).
Sebelum pelaksanaan ibadah syukuran HUT Desa diawali dengan doa oleh Pdt Rivo Pongantung MTh, selanjutnya masyarakat dari berbagai unsur menggelar parade Ron Kampung atau keliling Desa.

Barisan pawai berturut-turut dari kelompok Paskibraka, anak-anak Sekolah serta para guru yang sekolahnya berada di wilayah Desa Maumbi, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), pasukan tarian Kabasaran (budaya Minahasa), Kumtua/para eks Kumtua/perangkat Desa/TP PKK, pengurus BPD, tim musik bambu, dedominasi Gereja, tokoh agama, tokoh masyarakat, tim penyusun buku sejarah Desa Maumbi, Ormas, serta masyarakat mulai dari Jaga I hingga Jaga IX ikut berbaur keliling kampung yang dimulai pukul 15.00 Wita.
Masyarakat benar-benar hanyut terbawa suasana sukacita, gembira lantaran HUT Desa baru pertama kali digelar, apalagi sebelumnya usai memeriahkan HUT RI ke-78.
Turut hadir diacara syukuran diantaranya Kabid Perdagangan Luar Negeri, Disperindag Sulut Darwin Muksin SSos MM mewakili gubernur Sulut, Sekda Ir Novly Wowiling MSi mewakili bupati Minut, Ketua DPRD Minut Denny Lolong, anggota DPRD Sulut Berty Kapoyos, anggota DPRD Minut Novi Paulus, Kadis Sosial Arnolus Wolayan, Kadis PMD Fredrik Tulengkey, Camat Kalawat Firly Indria Nassah, para Kumtua yang bertugas di wilayah Kecamatan Kalawat, tokoh à gama, tokoh masyarakat serta Undangan.
Kumtua Desa Maumbi Yan Abraham Enoch didampingi isteri tercinta notabene ketua TP PKK Maumbi Pnt Febby Wangania mengapresiasi seluruh masyarakat begitu antusias, spontan menikmati sukacita, acara syukuran HUT Desa.
Kumtua Yan Enoch juga mengapresiasi para aktor-aktor tergabung dalam tim pembahas tentang sejarah Desa Maumbi.
Dengan waktu singkat, waktu yang sangat terbatas namun bisa merampungkan sebuah buku, yakni berisikan sejarah Desa Maumbi yang nantinya bisa kita pelajari.
“Saya berterima kasih atas kehadiran khusus pak gubernur yang mewakili, pak sekda, para legislator Sulut dan Minut, para kepala dinas jajaran pemkab Minut, rekan sekerja para Kumtua. Demikian HUT Ke-402, momentum HUT Perdana juga menghadirkan moto yang sudah lama ada dan dikenal “Hari Ini Terang, Besok Lebih Cemerlang”. Kiranya moto atau slogan ini bisa menambah amunisi semangat seluruh masyarakat bersama pemerintah menciptakan suasana yang damai dalam memajukan Desa Maumbi. Jika Desa kita maju akan berdampak terhadap pembangunan di Kecamatan maupun Kabupaten dan tingkatan pemerintahan diatasnya semakin lebih kuat,” singkat Kumtua Yan Enoch.
Di kesempatan tersebut, Ketua Tim Penyusun Audy Touche Enoch menegaskan, data yang dikumpulkan melibatkan banyak sumber diantaranya tokoh masyarakat, tokoh agama, juga sejarawan.
“Tim yang terbentuk dari berbagai latar seperti pemerintah, akademisi, tokoh masyarakat, tokoh agama, para mantan pejabat Kumtua serta
perwakilan masyarakat,” sebut Audy Enoch mengakui saat diundang masuk dalam tim dibekali surat tugas yang dikeluarkan Pemdes.
Sementara penulis buku Dr Ivan Kaunang SH Mhum menerangkan singkat catatan penting dalam penulisan sebuah buku antara lain perlu memahani historis (literasi sejarah) konon diambil dari beberapa sumber termasuk dari Perpustakaan Belanda), kemudian aspek hukum, unsur budaya dan aspek lainnya.
“Dengan latar belakang jurusan sejarah, saya ingin sampaikan tidak semua Desa di Sulawesi Utara yang memiliki buku sejarah Desa. Untuk itu Pemerintah dan masyarakat Desa Maumbi patut berbangga, hari ini telah memiliki buku yang berisikan sejarah Desa Maumbi. Konon tidak mudah dalam penyusunan yang melibatkan beberapa orang yang tergabung dalam tim. Apalagi waktu yang terbatas, banyak konfrontir dengan mantan-mantan Kepala Desa,” singkat Dr Ivan Kaunang.
Dari catatan sejarah disimpulkan Desa Maumbi telah ada sejak 1621 silam. Kemudian nama Desa diambil dari nama pohon Maumbi yang banyak dijumpai di daerah ini (waktu itu). Hal penentuan tanggal HUT Desa kebijakan tim bersama perwakilan masyarakat.
Diketahui tim penyusun buku Desa Maumbi diantaranya :
- Kumtu Yan Abraham Enoch selaku pembina.
- Audy Touce Enoch (ketua)
- Jhony Tanod S.Sos (wkl ketua)
- Dantje Lantang SPt MSi (Sekretaris)
- Leonardo Moray notabene Sekretaris Desa (anggota)
- Brian Tanod M.Teol (anggota)
- Jhony Ransun (anggota)
- DR Ivan Kaunang SH Mhum (Narsum/editor)
- Dra Evie Rondonuwu SH M.Kes
- Antje Israel Paulus (Narsum)
- Worang Ransum (Narsum)
- Fredy Wuisan (Narsum)
Sementara Kabid Perdagangan Luar Negeri, Disperindag Sulut Darwin Muksin SSos MM mewakil gubernur Olly Dondokambey memberikan ucapan selamat dan apresiasi kepada Pemdes dan masyarakat Desa Maumbi. Halnya kesediaan Pemrov Sulut berkolaborasi dengan Pemkab Minut dalam menggairahkan sektor UMKM.
Senada Sekda Minut Ir Novly Wowiling MSi menyampaikan ucapan selamat dari bupati dan wakil bupati (JGKWL), terlebih mampu berkreasi menghadirkan aktor-aktor yang masuk dalam tim hingga bisa mencetus sebuah buku sejarah Desa.
“Ini luar biasa, patut kita berbangga. Apalagi pak Kumtua Yan Enoch untuk kedua kalinya menjabat Kumtua. Untuk kali kedua ini, yang bersangkutan telah menciptakan suasana baru menghadirkan buku dan kali ini masyarakat Desa Maumbi bisa merayakan HUT Ke-402, pertama kalinya di tahun 2023,” timpal Sekda Novly Wowiling.
Acara puncak syukuran juga dirangkaikan dengan penyerahan hadiah hasil lomba memeriahkan HUT RI Ke-78 dan HUT Ke-402 Desa Maumbi, juga acara ramah-tamah warga Desa. (dw/st)


























Komentar