Oleh: Ronald Ginting
Sulut Times, Manado – Delapan orang pelaku perjalanan dari Korea Selatan (Korsel) merasa puas dengan pelayanan di Rumah Singgah Pemprov Sulut yang ada di Maumbi. Hal ini diungkapkan mereka setelah menyelesaikan masa karantina kurang lebih 14 hari lamanya.
Delapan orang yang sebelumnya mengikuti misi gereja dari Korsel ini menyampaikan terima kasihnya karena sudah dilayani dengan baik selama dikarantina di rumah singgah itu.
“Terima kasih Pak Gubernur, pak Wakil Gubernur, dan juga kepada Ibu Wagub yang sudah mengunjungi dan memberikan motivasi kepada kami selama di Rumah Singgah,” ujar salah satu dari para misionaris melalui rekaman video yang diunggah di media sosial.
Dalam video tersebut, mereka tampak sehat bugar, dan ceria. Mereka juga mengimbau warga yang datang dari luar daerah agar tidak perlu khawatir dalam menjalani isolasi di Rumah Singgah. “Karena kami mendapatkan pelayanan yang sangat baik, jadi tidak perlu khawatir berada di Rumah Singgah,” sebut salah satu dari mereka.
Istri Wagub, Kartika Devi Kandouw-Tanos, mengungkapkan setiap ke ruang isolasi di Rumah Singgah, selalu bertemu dengan mereka. “Kasihan juga karena mereka mau tidak mau harus menjalani proses isolasi ini. Saya hanya memberikan motivasi kepada mereka, karena ada juga yang takut tidak diterima di kampung halamannya gara-gara stigma kepada Orang Dalam Pemantauan (ODP). Jadi memang harus ada sosialisasi di masyarakat,” imbuh Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sulut ini.
Sementara penanggungjawab Rumah Singgah Maumbi dan Pusat Krisis, Ingrit Giroth, mengiyakan, tim misi gereja tersebut sudah selesai menjalani masa isolasi.
“Mereka sudah selesai isolasi selama 14+1, dengan fasilitas RDT (Rapid Diagnostic Test) sebanyak dua kali. Hasilnya dua kali non reaktif,” sebut Ingrit.
Sekembalinya ke rumah, tambah Ingrit, mereka wajib melakukan isolasi mandiri selama 14 hari lagi. (gtg)

























Komentar