Sulut Times, MINSEL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Selatan (Minsel) menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih apresiasi dan Piagam Penghargaan Kematangan UKPBJ Proaktif (Level 3) dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).
Penghargaan ini bukan sekadar piala, melainkan pengakuan bahwa UKPBJ Minsel telah bertransformasi, beralih dari sekadar pelaksana administrasi menjadi mitra strategis pembangunan daerah.
Penghargaan LKPP ini menegaskan bahwa UKPBJ Minsel telah melampaui fase “inisiasi” dan “esensi”, dan kini berada di tahap Proaktif” (Level 3), selangkah lagi menuju “Strategis” dan “Unggul”.
Menurut surat resmi LKPP, UKPBJ Minsel berhasil memenuhi kelengkapan atribut pada sembilan variabel (9/9) sebuah skor sempurna—yang menjadi indikator kematangan.
Lalu, apa arti “Proaktif” ini bagi masyarakat Minsel? Ini artinya proses pengadaan di Pemkab Minsel kini dinilai telah:
- Meningkatkan Kualitas dan Transparansi: Proses pengadaan menjadi lebih baik, akuntabel, dan transparan, meminimalkan ruang gerak bagi praktik tidak bertanggung jawab.
- Melakukan Perbaikan Berkelanjutan: Tata kelola pengadaan terus diperbaiki, menghasilkan nilai tambah dan manfaat yang optimal dari setiap rupiah belanja pemerintah.
- Memperkuat Peran Strategis: PBJP tidak lagi hanya tentang membeli barang, tetapi menjadi instrumen penting yang secara langsung mendukung pembangunan daerah, pengembangan ekonomi lokal, dan peningkatan pelayanan publik.
Salah satu dampak nyata dari UKPBJ yang Proaktif adalah perannya dalam menggerakkan roda ekonomi daerah. UKPBJ Minsel kini berfungsi sebagai pendorong:
- Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) dan dukungan nyata bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat. Belanja pemerintah menjadi stimulus bagi pelaku usaha di Minahasa Selatan.
- Peningkatan Efisiensi Belanja: Unit kerja ini telah menjadi unit yang kolaboratif, berorientasi pada kerja, dan proaktif dalam merencanakan pengadaan, sehingga efisiensi belanja pemerintah dapat ditingkatkan.
Secara garis besar, keberhasilan ini menempatkan UKPBJ Minsel sebagai unit kerja yang mampu mengelola pengadaan dengan lebih efektif, transparan, dan strategis, memastikan setiap anggaran belanja benar-benar memberikan dampak positif yang maksimal bagi pembangunan dan kesejahteraan ekonomi daerah.
Komitmen Duo Top Eksekutif: Kunci Keberhasilan
Capaian Kematangan Level 3 ini tak lepas dari komitmen penuh duo top eksekutif, Bupati Franky Wongkar dan Wakil Bupati Theodorus Kawatu (FDW-TK) bersama seluruh jajaran. Dukungan politik dan alokasi sumber daya dari pimpinan daerah menjadi fondasi kuat bagi tim teknis, termasuk Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa, Silvia Bimbahati, untuk mengimplementasikan seluruh atribut kematangan yang disyaratkan LKPP.
Kisah UKPBJ Minsel ini menjadi cerminan bahwa modernisasi tata kelola pemerintahan adalah hal yang mungkin. Dengan kolaborasi, komitmen, dan orientasi pada kinerja, sebuah unit kerja yang dulunya fokus pada administrasi kini telah bertransformasi menjadi Pusat Keunggulan Pengadaan yang proaktif dalam memacu kinerja pemerintah daerah, demi pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan pelayanan publik yang lebih baik. (Mintje)
























Komentar