SULUTTIMES.COM, Bitung-Sulut – Wartawan itu adalah salah satu pilar dalam menyampaikan informasi. Dengan informasi media ekonomi Indonesia dapat lagi bangkit dari dampaknya pandemi covid19 ini. Jadi Pers merupakan tombak untuk pemulihan industri pariwisata di Indonesia.
Dalam Diskusi Pablik Nasional Seri 7 ini mengangkat peran jurnalis sesuai tupoksi, sehingga benar-benar wartawan tersebut dapat menggali informasi yang akurat. Tidak hanya sebagai informasi sepihak saja, namun diskusi kali ini dengan tema, Tantangan dan Harapan Dunia Pariwisata Indonesia di masa Pandemi.
Demikian ditegaskan Tazbir SH, M. Him dikenan sebagai praktisi pariwisata yang pernah menjadi Direktur promosi pariwisata dalam negeri, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam Diskusi Publik Nasional Seri 7. Mengangkat tema Tantangan dan Harapan Dunia Pariwisata Indonesia di Masa Pandemi, Senin (14/06/2021), mulai pukul 20-22. wita Indonesia bagian timur.
Dijelaskan Tazbir, yang di maksud dengan ujung tombak pemulihan industri pariwisata di Indonesia adalah memberikan informasi kepada publik tentang kondisi pariwisata yang harus dibangkitkan.

“Pers mengkritis tentang kebijakan Pemerintah yang implementasinya di lapangan banyak yang perlu diperbaiki,” terangnya.
Pentingnya Pengelolaan Objek Wisata
Sementara itu, Yusuf Sugiono, narasumber selaku pengingat pariwisata yang fokus alam, yakni arung jeram tubing di Banyuwangi menjelaskan pentingnya setiap pengelola obyek wisata di Indonesia mempromosikan wisata sehat.
“Promosi wisata sehat untuk semua jelas pariwisata, baik wisata budaya, religis, alam, buatan. Tujuannya memberikan nyaman kepada para wisatawan yang akan datang, tentu yang di maksud wisata sehat adalah menjaga prokes,” tandasnya.
Menyinggung wisata kuliner di masa pandemi, pemilik pondok makan pelem Golek Yogyakarta Agus Thomas mengungkapkan menghadapi pandemi kita tidak bisa menghindar. Pilihannya cuma dua bagi pengelola wisata kuliner, buka atau cukup.
“Kunci utama menghadapi masa pandemi untuk pengusaha kuliner adalah perjuangan keras, ulet, semangat, optimis,” tandas Agus.
Diskusi Publik Nasional Seri 7 diikuti 13 Propinsi dari DKI Jakarta, Kawa Timur, Yogyakarta, Sulawesi Utara, Jawa Barat. Jambi, Riau, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Kalimantan Barat, Banten, Sumatera Selatan, Jawa Tengah.
Diskusi Publik Nasional Seri 8 akaan berlangsung 21 Juni 2021, tema yang di angkat tentang pembatalan keberangkatan haji tahun 2021.


























Komentar