Wenny Talumewo, Assisten Perekonomian Setdakab Minahasa selaku salah satu Koordinator kegiatan percepatan vaksinasi menyampaikan “Apresiasi kepada PGE Area Lahendong yang sejak awal pandemi hingga saat ini tetap sinergi berperan aktif bersama pemerintah kabupaten dalam kegiatan-kegiatan penanganan pandemi hingga vaksinasi. Tahun depan kita akan tingkatkan kembali sinergitas ini untuk memperluas manfaat bagi warga masyarakat Minahasa.”
Dalam menjalankan bisnisnya, PGE terus berkomitmen untuk pengembangan panas bumi dan memastikan implementasi Environment, Social, and Governance (ESG) menjadi bagian terintegrasi dari bisnis panas bumi PGE. Penerapan aspek-aspek ESG ini merupakan upaya dalam memberikan nilai tambah serta dukungan PGE pada program pemerintah terkait pemanfaatan energi baru terbarukan yang ramah lingkungan khususnya panas bumi.
Selain itu, pengembangan penyediaan energi panas bumi yang dilakukan PGE juga wujud dukungan dan komitmen PGE dalam mencapai pembangunan berkelanjutan khususnya goal ke 7 (energi bersih dan terjangkau), 12 (konstruksi dan produksi yang bertanggungjawab), 13 (penanganan perubahan iklim), dan 15 (ekosistem darat) pada SDGs (Sustainable Development Goals).
Seluruh pekerja maupun mitra kerja termasuk keluarga di PGE Area Lahendong sendiri tingkat vaksinasinya telah mencapai 100% pada November 2021 ini. Hal ini dilakukan oleh PGE semata-mata tak hanya untuk kepentingan pekerja, mitra kerja maupun keluarga, namun juga untuk kepentingan pasokan listrik bagi masyarakat Sulawesi Utara dan Gorontalo.
PGE Area Lahendong dengan kapasitas pembangkitan sebesar 120 MW telah menopang kurang lebih 28% kebutuhan listrik masyarakat di Sulawesi Utara dan Gorontalo dari sumber energi ramah lingkungan yaitu energi panas bumi atau geothermal. Indonesia sendiri saat ini berada pada peringkat kedua pengembangan panas bumi di dunia dengan total kapasitas terpasang sebesar 2.175MW, dan kontribusi dari Wilayah Kerja PGE sebesar 88 persen dari total kapasitas terpasang panas bumi di Indonesia, yang terdiri dari 672 MW yang dioperasikan sendiri dan 1.205 MW yang dilaksanakan melalui Kontrak Operasi Bersama.



























Komentar