Pewarna Sulut Sukses Gelar FGD dan Rakerda 2026

Suluttimes.com, MANADO – Pesatuan Wartawan Nasrani Indonesia Provinsi Sulawesi Utara (Pewarna Sulut) sukses menggelar Forum Group Diskusi (FGD), dirangkaikan dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) tahun 2026, berlangsung di Aula kantor Walikota Manado, Senin (19/10/26).
Acara ini diawali dengan doa, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, sekaligus ucapan selamat datang dari Ketua Pewarna Sulut Fransisco Manossoh.

Hadir dalam acara yakni Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Manado dr Steaven Dandel MPH, sekaligus membuka kegiatan FGD.
Sebagai nara sumber diantaranya Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Utara Pdt Renata Ticonuwu, S.Th bersama Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejati Sulawesi Utara, Pnt Dr Reinhard Tololiu SH MH, juga Kabid Bimas Kristen Kementerian Agama Kota Manado, Pdt Meidy Tasik, juga hadir pengurus DPD Pewarna Sulut, DPC Pewarna, serta puluhan anggota.

Baca Juga  Kasdam XIII/Merdeka Pimpin Upacara Bendera 17-an

Sekot Manado dr Steaven Dandel mengawali sambutannya mengatakan tema FGD yang diangkat Pewarna Sulut yakni “Ketahanan Sosial Kian Rapuh di Sulut” bersinggungan dengan kondisi yang terjadi saat ini.
Ia menyentil berbagai persoalan, kerawanan sosial yang terjadi di masyarakat, salah satunya tingkat kriminalitas sensitifnya anak-anak remaja atau pemuda menggunakan senjata tajam (Sajam).

“Tema yang diangkat Pewarna Sulut dalam FGD sangat menarik, demikian dari perbincangan nanti diharapkan bisa menjadi masukan, diminimalisir dampak kerawanan sosial di Kota Manado,” pesan Dandel.

“Pak walikota bersama pak Wakil Walikota juga telah melakukan aksi nyata melalui kegiatan-kegiatan positif yang menjadi kebutuhan anak-anak muda, juga melalui berbagai program mengarahkan mereka menghindari kenakalan atau kriminalitas yang berdampak terhadap masa depan mereka,” lanjut Sekot.

Baca Juga  R3 Terima Hadiah Istimewa

Sesi diskusi yang dipandu oleh Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama Kota Manado, Pdt. Meidy Tasik.

Dalam penyampaian Ketua FKUB Sulut Pdt Renata Ticonuwu menekankan pendekatan humanis, peran tokoh agama sangat penting lewat aspek kerohanian dalam membina dan menjamin kerukunan antar umat beragama tetap terjaga di masyarakat.

“Terkadang informasi di medsos yang belum tentu benar “hoax” bisa memicu emosi. Ini membutuhkan kecerdasan memilah sebuah informasi. Teman-teman media bisa menjadi membawa suara kenabian, memberitakan informasi yang benar bagi masyarakat,” pesan Pdt Renata.

Sementara Aspidum Kejati Sulut, Dr Reinhard Tololiu menyentil ketahanan sosial dari aspek hukum, juga memperlihatkan angkat kriminalitas laporan Polda Sulawesi Utara.
Menurutnya laporan tindak pidana yang cukup mencolok membutuhkan peran berbagai pihak, antara lain dimulai dari Keluarga, Gereja, Pemerintah, Masyarakat serta peran Aparat penegak hukum.

Baca Juga  Polsek Wenang Amankan dan Olah TKP Kebakaran Rumah Warga Di Kelurahan Wenang Selatan

Usai sesi pertama FGD, dilanjutkan dengan sesi kedua Rakerda dibuka langsung Sekjen Pengurus Pusat Pewarna Indonesia Pdt Ronald Stenly Onibala melalui zoom meeting.
Diharapkan kegiatan rakerda ini kiranya akan menjadi bagian evaluasi untuk merencanakan program-program yang terukur lewat suara kenabian.


Iajuga menyentil rencana kegiatan Rakernas Pewarna Indonesia yang akan berlangsung, pembukaan tanggal 10 November 2026 pengambilan star dari gedung DPR/MPR Senayan Jakarta, long mars, singgah di beberapa titik lokasi melalui jalan darat dan puncak acara Rakernas berlangsung di Bali, 17 November 2026. (dw/st)

(Visited 3 times, 3 visits today)

Komentar