Raih PROPER Emas, Pertamina DPPU Hasanudin Catat Rekor Jadi Perusahaan Pertama di Sulsel, Kedua di Sulawesi


Dari pengembangan riset dengan beberapa pihak diantaranya BPTP Bali & Maros, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Muhammadiyah Makassar, kemudian bakteri probiotik dan prebiotik dilebur menjadi pakan Sinbiotik kemudian Pertamina melakukan transfer knowledge kepada pemuda Laikang dengan konsep Corporate Shared Value.

Oleh pemuda Laikang, riset probotik ini dikembangkan menjadi berbagai produk untuk pertanian dan Perikanan sehingga mendatangkan nilai tambah baik untuk kelompok pemuda itu sendiri, kelompok pertanian maupun kelompok lainnya.

Ketua Dewan Pertimbangan PROPER Prof Sudharto P Hadi, MES Phd yang juga pernah menjabat sebagai rektor Universitas Diponegoro mengatakan raihan ini layak dicapai oleh DPPU Hasanuddin karena melalui ecoinovasi sosialnya mampu menciptakan produk yang bisa mengatasi permasalahan petambak udang windu yang gagal ekspor karena belum menerapkan sistem budidaya ramah lingkungan. “Penemuan ini menjadi inovasi sosial yang mampu mengatasi permasalahan terbesar petambak udang di Indonesia, harapannya bisa di replikasi ke luar Sulawesi juga sehingga Dewan PROPER memberikan penghargaan ini” ujarnya saat ditanya apa yang membuat DPPU Hasanuddin layak dianugerahi penghargaan ini.

Baca Juga  Peduli Generasi Penerus, Pertamina Bantu Siswa Korban Kebakaran

Agus Dwi Jatmoko melanjutkan bahwa Produk pakan sinbiotik telah terjual sebanyak 1,625 ton dengan omzet 53 juta dengan keuntungan setiap anggota kelompok pengolah pakan di Laikang ini mendapatkan penghasilan sebesar 750 Ribu / bulan. “Dampak yang didapatkan oleh petambak yaitu meningkatnya pendapatan setiap panen sebesar Rp 13.510.000  / panen / orang yang diperoleh dari hasil efisiensi penggunaan pakan sebesar 38 %. untuk meningkatkan 1 kg bobot udang yang sebelumnya membutuhkan 1,8 kg pakan menjadi 1,1 kg pakan,” pungkas Agus
 
Dengan lebih efisiensinya penggunaan pakan maka Food Convertion Ratio (FCR) meningkat yang diindikasikan dengan sisa pakan yang tidak tercerna akan lebih sedikit dan kinerja bakteri untuk mengurai beban pencemar buangan air tambak pasca panen sebesar 99,98 %. Penggunaan pakan sinbiotik ini merupakan perubahan penggunaan antibiotik yang selama ini digunakan oleh masyarakat umum yang menyebabkan udang windu gagal ekspor. Perbedaan dari sistem sebelumnya, untuk pakan sinbiotik tidak meninggalkan residu dan tidak menyebabkan resitensi penyakit pada kultivan budidaya.

Baca Juga  Menaker Canangkan Bulan K3 Nasional Tahun 2020

DPPU Hasanuddin telah menerapkan Sistem Mangement Lingkungan ISO 14001 dan telah meraih penghargaan PROPER Hijau dari tahun 2018 – 2020. Selain itu, lewat program inovasi sosialnya berhasil mendapatkan penghargaan Juara 3 Pilar Sosial dalam ajang TJSL (Tanggung Jawab Sosial Lingkungan) dan CSR Award tahun 2021 oleh BUMN Track,  serta penghargaan-penghargaan lain dari instansi ekternal yang berkompeten.

(Visited 133 times, 1 visits today)

Komentar