Artisanal Gold Council, sebuah Organisasi Non-Profit dari Kanada yang telah berkontribusi dalam usaha meningkatkan kualitas dan mutu secara professional sektor pertambangan emas skala kecil (PESK) secara global, menyerukan kepada pemerintah dan sektor swasta untuk membantu mengatasi dampak dari pandemik COVID-19 terhadap keberlangsungan hidup kelompok masyarakat/komunitas PESK di daerah pedesaan di Indonesia.
Diperkirakan terdapat lebih dari 10 juta penambang emas skala kecil dengan 100 juta orang terlibat dalam kegiatan perekonomian tersebut yang tersebar di berbagai belahan dunia.
Bank Dunia memperkirakan sebesar 20% pasokan emas dunia berasal dari sektor PESK.
Para penambang emas skala kecil adalah para penambang yang penghidupannya sebagian besar bergantung pada penjualan emas dengan volume kecil sebagai mata pencaharian mereka.
Serupa dengan komunitas / kelompok masyarakat pedesaan lainnya, mereka sangat rentan terhadap resiko pemaparan COVID-19, pada saat virus mencapai kelompok masyarakat tersebut dikarenakan terbatasnya akses mereka terhadap pelayanan kesehatan, begitu pula dengan
adanya resiko-resiko terkait pekerjaan dan mata pencaharian yang menghambat upaya pencegahan penyakit.
Sebagai tambahan, pandemik COVID-19 sudah mulai berdampak buruk pada pendapatan dan mata pencaharian kelompok masyarakat pedesaan yang dikarenakan oleh penutupan dan terganggunya pasokan serta hilangnya lapangan pekerjaan.
Langkah-langkah yang dilakukan untuk menghentikan penyebaran virus korona dengan melakukan pembatasan perjalanan dan aturan Pembatasan skala besar, telah mempengaruhi kemampuan para penambang PESK untuk bekerja, memenuhi pasokan lokal dan kebutuhan – kebutuhan dasar mereka.
Program bantuan yang berasal dari Pemerintah bisa jadi tidak akan segera dapat menjangkau kelompok masyarakat pedesaan yang rentan ini.
Seperti yang diutarakan oleh Dr. Kevin Telmer, Direktur Eksekutif dari AGC di Kanda.
Runtuhnya likuiditas pasar emas artisanal/pertambangan rakyat di negara-negara berkembang sekarang dialami di seluruh dunia dan akan berdampak buruk pada mata pencaharian yang dimiliki
kelompok masyarakat pedesaan karena berkurangnya pendapatan.
Hal ini akan memperburuk kemampuan masyarakat untu mengatasi COVID-19 secara langsung terutama konsekuensi
ekonomi yang akan dihadapi.
Lebih lanjut Dr. Kevin Telmer mengatakan, Sektor PESK menawarkan kesempatan untuk mengurangi dampak akan COVID-19 pada kelompok masyarakat pedesaan apabila para penambang masih bisa menghasilkan dan menjual emas dengan harga yang wajar.
Menanggapi krisis yang sedang terjadi, AGC telah mengeluarkan seruan kepada pemerintah, sektor swasta dan pihak-pihak lain yang berkepentingan di dalamnya serta fokus untuk peningkatan sektor PESK agar mempertimbangkan untuk mengambil Langkah-langkah sebagai berikut :
• Negara donor dan organisasi – organisasi kemanusiaan berkomitmen untuk terus membantu dan meningkatan dukungan terhadap perbaikan PESK sepanjang krisis COVID-19 dan sesudahnya.
• Organisasi pemberdayaan internasional yang berada di wilayah PESK untuk bersikap sesuai ketentuan yang berlaku :
a. Memastikan tim serta mitra nasional mereka di berbagai negara dalam kondisi aman dan memiliki protokol covid 19 di lingkungan kerja yang memadai.
b. Mengambil langkah-langkah untuk mencegah proyek PESK yang masih berlangsung agar tidak mengalami kendala serta berimbas kemunduran.
c. Meyebarluaskan informasi saran kesehatan mengenai COVID-19 yang tepat kepada kelompok / komunitas PESK.
d. Membagikan informasi terpercaya melalui situs, media sosial atau platform lainnya, maupun membuat jaringan yang baru.
e. Memulai untuk membentuk jarigan kesehatan publik untuk kelompok masyarakat / komunitas PESK..
• Membeli emas artisanal / pertambangan rakyat. Menjaga jaringan pasokan emas atau mengaktifkan kembali kegiatan operasional untuk memastikan dukungan finansial terhadap kelompok masyarakat/komunitas pertambangan emas skala kecil dimaksimalkan sepanjang krisi COVID-19 berlangsung.
Mengizinkan dan memberikan insentif bagi para pelaku pasokan jaringan emas secara formal agar bisa melakukan kegiatan operasional, sejalan dengan kebijakan kesehatan publik, yang dapat membantu menghindari kendala pemasukan bagi kelompok masyarakat/komunitas PESK yang
rentan.
“Saat ini kita tidak dapat dengan jelas melihat konsekuensi secara langsung maupun tidak langsung akibat dari pandemik COVID-19 pada 1.2 Juta penambang emas skala kecil di Indonesia.
“Namun kita tahu bahwa dampak yang dapat terjadi akan sangat besar,” diutarakaan oleh Agni Pratama, Country Project Manager AGC di Indonesia.
“Apabila kita berada di posisi untuk bisa membantu kelompok masyarakat tersebut, maka kita harus melakukannya.” tutupnya.
UNTUK INFORMASI LEBIH LANJUT, SILAHKAN KUNJUNGI :
Untuk pertanyaan lebih lanjut, silahkan hubungi :
Agni Pratama, Country Project Manager Indonesia, [email protected]
Richard Gutierrez, Project Manager, Artisanal Gold Council, [email protected].





















Komentar