Oleh: Ronald Ginting
Sulut Times, Manado – Sudah 53 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 terjadi di Sulawesi Utara (Sulut). Desakan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus didengungkan untuk mengusulkan pemberlakuan peralihan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kepada pemerintah pusat.
Namun demikian, Gubernur Sulut, Olly Dondokambey menyebutkan belum mengusulkan status tersebut. Hal ini agar sektor perekonomian daerah tak terganggu bila dilakukan PSBB.
“Sudah banyak yang bilang ke saya agar mengusulkan PSBB. Tetapi dampak PSBB ini kan kita tahu persis akan berimbas pada ekonomi yang tidak bergerak,” papar Olly saat memimpin rapat koordinasi percepatan penanganan penyebaran Covid-19 lewat video conference yang diikuti jajaran Forkopimda Sulut, Sabtu (9/5).
Olly juga menyentil kabupaten kota dengan mengatakan sudah dua kali menyurat ke kabupaten/kota tentang pergeseran anggaran tetapi belum direspon. “Sudah dua kali kami kirimkan surat ke gugus tugas kabupaten/kota meminta informasi pergeseran anggaran mereka yang dipergunakan untuk apa saja. Tetapi sampai hari ini kami belum dapat balasan surat dari kabupaten/kota,” keluh Olly.
Dia turut mengingatkan pentingnya kesiapan semua pihak tentang mencegah penyebaran Covid-19 pasca dibukanya kembali jalur transportasi antar daerah di Indonesia dengan mengisolasi penumpang di rumah singgah.
“Contohnya beberapa hari lalu kedatangan pekerja asal Sulut dari Maluku Utara. Langkah-langkah ini sangat efektif kita ambil, seluruh 110 penumpang kapal kita masukkan dalam rumah singgah dan semua efektif, dua minggu kita laksanakan ternyata tidak ada penyebaran waktu kita karantina,” jelas dia.
Sebelumnya, Gubernur Olly juga menerangkan kesiapan dua labotatorium
Polymerase Chain Reaction (PCR) di Sulut untuk mempercepat diagnosa dan penentuan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sehingga tenaga medis dapat segera memberikan penanganan yang tepat.
Adapun kedua laboratorium PCR tersebut berada di Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Manado dan RSUP Prof Kandou Manado.
“Guna mengantisipasi penambahan penyebaran Covid-19 di Sulut, saya informasikan juga ada dua laboratorium PCR yang kami siapkan satu sudah mulai beroperasi, yaitu BTKLPP Kelas 1 Manado. Dan yang satu lagi di RSUP Prof Kandou. Keduanya akan beroperasi Senin,” kata Olly.
Pada vidcon kemarin, hadir juga Pangdam XIII Merdeka Mayjen TNI Santos Matondang, Kapolda Sulut, Irjen Pol Royke Lumowa, Kajati Sulut Andi Muh. Iqbal Arief, Danlantamal VIII Sulut, Brigjen TNI Donar Philip Rompas, Wakil Gubernur Steven O.E. Kandouw dan Sekdaprov Edwin Silangen. (gtg)

























Komentar