Tekan Inflasi, BI Sulut Bagikan Bibit Barito pada 12 Jemaat di Bitung

Oleh: Ronald Munthe

Sulut Times, Manado – Peduli dengan angka inflasi di Sulawesi Utara, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPW BI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menyerahkan 20 ribu bibit tomat sayur dan cabai rawit (barito) kepada 12 jemaat GMIM di Wilayah Bitung VII. Pemberian bibit ini dilakukan di sela-sela Pembukaan Sidang Sinode Tahunan ke 32 di Wilayah Bitung VII, Jemaat Pniel Kelurahan Manembo-nembo, Rabu (26/11).

Bantuan tersebut diserahkan Gubernur Sulut Olly Dondokambey bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara Arbonas Hutabarat usai ibadah pembukaan yang dipimpin Wakil Ketua Bidang Pengembangan Sumber Daya
Pdt. Petra J. Rembang.

Arbonas Hutabarat mengatakan selama tahun 2019, tingkat inflasi di Provinsi Sulawesi Utara cukup bergejolak. Hingga Oktober, tercatat harga barang dan jasa di Sulawesi Utara mengalami inflasi sebesar 4,81% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.

“Angka tersebut menjadikan Provinsi Sulawesi Utara sebagai provinsi dengan tingkat inflasi bulanan tertinggi di Indonesia. Faktor utama kenaikan harga barang dan jasa pada Bulan Oktober tersebut adalah kenaikan harga yang cukup tajam pada Kelompok Bahan Makanan, terutama tomat sayur,” kata Arbonas saat diwawancarai wartawan sesudah kegiatan itu.

Ke depan, BI Sulut memproyeksikan akan terjadi kenaikan tingkat konsumsi yang cukup tajam menjelang periode Hari Natal dan Tahun Baru, terutama untuk komoditas bahan makanan. Hal ini, menurutnya menjadi tantangan tersendiri bagi TPID Sulawesi Utara dalam pengendalian inflasi Sulawesi Utara.

Namun demikian, BI optimis, tantangan akan dihadapi dengan baik, jika Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama TPID dapat bergandengan tangan dengan seluruh elemen masyarakat, untuk mengantisipasi kurangnya pasokan barang dan tingginya konsumsi dalam waktu satu bulan ke depan.

“Karena inflasi yang tinggi dapat menggerus kesejahteraan rakyat dan pertumbuhan ekonomi, sehingga perlu dikendalikan dalam level yang rendah dan stabil,” jelas Arbonas.

Karena itu, BI memandang penyerahan 20.000 bibit tomat sayur dan cabai rawit kepada 12 jemaat di wilayah Bitung VII merupakan upaya yang strategis bagi TPID Sulawesi Utara untuk bersinergi dengan masyarakat dalam mengendalikan inflasi di Sulawesi Utara.

“Sinode GMIM yang merupakan organisasi kenamaan dan besar di Sulawesi Utara diharapkan dapat berkontribusi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari terlebih untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga para anggota Sinode pada saat perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru,,” kata Arbonas.

Ketua Panitia SMST GMIM ke-32, Maurits Mantiri menuturkan, langkah BI menggandeng gereja untuk mengendalikan inflasi patut diapresiasi.

“Khususnya di Bitung, harca cabai memang relatif tinggi. Nah, dengan jemaat menanam, tentu ada dampaknya mengurangi inflasi,” kata Maurits.

Maurits sendiri telah memulai dengan menanam 30 pohon cabai di pekarangannya. Bibit yang ditanam merupakan bantuan BI beberapa waktu lalu. “Sekarang sudah berbuah, kan lumayan tak perlu beli cabai,” tambahnya.

Menurutnya, bibit yang diberikan BI akan didistribusikan ke jemaat GMIM yang ada di Bitung. “Kami akan imbau jemaat tak menyia-nyiakannya,” jelas Wakil Wali Kota Bitung ini. 

(Visited 6 times, 1 visits today)

Posting Terkait

Baca Juga

Komentar