Suluttimes.com, MINSEL – Kasùs kecalakaan lalu lintas (laka lantas) enam bulan silam, medio Desember 2020 seperti disangkakan atau sebaliknya ???? bakal terungkap ke pubik.
Pasalnya, dari keterangan medis,
korban Valentina Moniung (16) meninggal dengan sejumlah luka ditubuh, seperti bagian belakang kepala retak, tangan kiri patah, kedua mata lebam, rusuk bagian kanan lebam.
Sementara dua pengendara motor yang bersama korban inisial FS (23) dan SM (29) tidak mengalami luka parah, bahkan motor Honda Revo warna silver DB 3650 MH yang ditumpangi ketiganya juga tidak memperlihatkan kerusakan berat.
Belum lagi keterangan kedua pengendara yang berbelit-belit saat dikonfrontir berbagai pihak menambah kecurigaan pihak keluarga.

Alhasil, pihak keluarga sangat meragukan kematian perempuan Valentina Moniung (16) asal Desa Poigar Satu, Kecamatan Sinonsayang, Kabupaten Minajasa Selatan (Minsel).
Setelah mengurus ijin didampingi kuasa hukum Sofyan Jimmy Yosadi SH, jasad korban yang sudah terkubur enam bulan lalu, akhirnya dibongkar (digali), Sabtu (12/06/21) selanjutnya dievakuasi ke RSUD Prof Kandou, Malalayang untuk diotopsi.
Penanganan otopsi dilakukan tim dokter dipimpin dr Jonanes Mallo, dr Elisa Rompas, dr Nola Mallo dan beberapa dokter forensik lainnya.
Disebutkan Sofyan Yosadi SH, permintaan Otopsi adalah desakan pihak keluarga yang mencurigai ikhwal kematian korban, termasuk teman-teman media yang masih penasaran dan tidak mudah mempercayai keterangan kedua pelaku inisial FS pengendara dan SM yang berboncengan dengan korban saat peristiwa menggunakan Honda Revo warna silver DB 3650 MH. “Korban Valentina duduk ditengah, FS mengendarai motor dan SM duduk paling belakang,” ujar Sofyan menjelaskan kronologis kejadian melalui realis yang diterima redaksi, Senin (14/06/21).
Dari keteragan FS dan SM usai Kecelakaan tunggal, tanggal 20 Desember 2020 di ruas jalan trans Sulawesi, tepatnya di Desa Aergale, Kecamatan Sinonsayang, (Minsel), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
Diketahui, keduanya langsung melaporkan kasus ini di Polsek Sinonsayang, Minsel.
Dari penjelasan mereka, melaju dari arah Desa Tanamon menuju ke Desa Bojong Pante.
Saat berada di ruas jalan Trans Sulawesi, motor yang ditumpangi oleng membuat mereka terjungkal di aspal. Korban yang berada di tengah terpental dan terjerembab di selokan (saluran air).
Pihak keluarga, Yos Moniung berprofesi petani tak lain ayah korban baru menerima informasi pagi harinya, Minggu (20/12/20).
Dari informasi warga, korban Valentina ditemukan di Selokan dalam keadaan tak bernyawa.
Pihak keluarga bersama masyarakat setempat langsung menuju lokasi, namun jenasah korban sudah dibawa ke RS Teep.
Orang tua korban begitu terpukul melihat anaknya ditutupi terpal di IGD RS Teep. Bahkan belum ditangani hingga sore harinya. “Dari keterangan pak Yos (ortu korban) soal visum yang dia dengar dari dokter di RS Teep, korban alami retak kepala bagian belakang, tangan kiri patah, mata dan rusuk lebam,” terang Sofyan mengutip pernyataan keluarga korban, sembari menambahkan hasil otopsi ini nantinya akan memperjelas kematian korban.
Sofyan menambahkan, anggota DPRD Sulut Sandra Rondonuwu merasa iba, juga akan membackup masalah ini, bahkan sudah berkoordinasi dengan sejumlah pihak mendapatkan kejelasan kasus ini. Sebut saja dengan pihak keluarga, aparat kepolisian, juga membantu biaya otopsi pendanaan Pemrov Sulut melalui Dinas Kesehatan.
Sofyan berharap, pihak Polres Minsel bisa mendalami masalah ini, dengan menggelar perkara hingga menemukan titik terang penyebab kematian Valentina Moniung. “Apabila ditemukan adanya indikasi keterlibatan oknum-oknum dalam kasus ini. Selaku kuasa hukum keluarga korban, akan meneruskan proses ini dengan melaporkannya ke Kapolda, Kapolri, Kompolnas dan sejumlah lembaga negara. Saya akan mendesak diperiksanya para oknum yang dianggap “bermain” dan menganggap remeh kasus ini karena memandang korban dan keluarganya hanyalah orang kampung, petani dan orang susah,” timpalnya. (**)
























Komentar