Oleh: Ronald Ginting
Sulut Times, Manado – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulawesi Utara mengakui masyarakat di kabupaten kota mulai ramai beraktivitas di luar rumah. Hal ini disayangkan gugus tugas mengingat pada dasarnya pandemi Covid-19 belum berakhir.
“Kami menyayangkan masyarakat mulai banyak beraktivitas di luar rumah padahal pandemi Covid di Indonesia, termasuk di Sulut belum berakhir,” tegas Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulut, dr Steaven Dandel, Senin (4/5).
Dandel menggambarkan beberapa negara ada yang melonggarkan physical distancing dan social distancing, tapi kenyataan yang ada mereka lagi mewaspadai gelombang kedua dari wabah covid ini. “Karena itu kami mohon masyarakat tetap patuhi social dan physical distancing, serta tetaplah di rumah,” imbau Dandel.
Senada dengan Dandel, Kepala Biro Pemerintahan dan Otda Sulut Jemmy Kumendong juga meminta masyarakat menahan diri untuk menjauhi keramaian. “Semua untuk kepentingan orang banyak, bukan untuk kepentingan pribadi. Makanya diimbau jaga jarak, jauhi kerumunan,” ungkap Kumendong, hari ini.
Dia menyampaikan bahwa pemerintah provinsi, kabupaten kota, hingga pemerintah pusat terus memperhatikan masyarakat di Sulut. Terbukti bantuan pun terus disalurkan.
“Pemprov saja sampai sejauh ini sudah menyalurkan sekitar 50.000 paket bahan pokok,” sebut Kumendong.
Dia menerangkan juga bahwa koordinasi dari pusat, provinsi, hingga kabupaten kota terus dilakukan. Tujuannya agar ada kebijakan-kebijakan yang menyentuh masyarakat. (gtg)
























Komentar