“Dalam acara Perayaan Natal ini kami mengkolaborasikan Kolintang dan Sinden dan Guitar oleh Tan Deseng. Kedepan kami akan mencoba kolaborasikan Seni Tari Lenso dan Tari Jaipongan, Kabasaran dan Pencak Silat,”ujar Tinggogoy saat diwawancari via WA 26 Januari 2022.

Rody Tinggogoy, MM selaku Ketua Pembina Dewan Pimpinan Wilayah KKK Jawa Barat juga mengharapkan agar kita sebagai orang Minahasa wajib melestarikan adat dan istiadat.
“Harapan kami dalam kegiatan Natal & Kunci Tahun kali ini , disamping sebagai Ucapan syukur , juga sebagai bagian pelestarian seni dan budaya leluhur Tou Minahasa di perantauan Jawa Barat,”tutup Tinggogoy
Sejarah Singkat Budaya Minahasa
Kolintang
Kolintang adalah alat musik perkusi tradisional Minahasa dari Sulawesi Utara Indonesia yang terdiri dari bilah-bilah kayu yang disusun berjajar dan dipasang pada bak kayu. [1] Kolintang biasanya dimainkan dalam musik ansambel. Kolintang dalam masyarakat Minahasa digunakan untuk mengiringi upacara adat, tarian, nyanyian, dan musik. Kayu yang digunakan untuk membuat bilah Kolintang adalah kayu lokal yang ringan namun kuat seperti kayu Telur , kayu Wenuang , kayu Cempaka , kayu Waru , dan sejenisnya yang memiliki konstruksi serat. paralel. Sedangkan peti resonator kulintang biasanya terbuat dari bahan kayu keras seperti:jati atau mahoni .
Sejarah Singkan Budaya Sunda
Sinden
Sinden (dari Bahasa Jawa) adalah sebutan bagi wanita yang bernyanyi mengiringi orkestra gamelan, umumnya sebagai penyanyi satu-satunya. Sinden yang baik harus mempunyai kemampuan komunikasi yang luas dan keahlian vokal yang baik serta kemampuan untuk menyanyikan tembang.



























Komentar