Sulut Times, Jakarta : Inovasi Mahasiswa Universitas Pertamina untuk membuat inovasi yang keren. Dimana limbah medis disulap jadi Bed rumah sakit (hospital bed).
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebutkan, hingga akhir Juli 2021, limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) dari kelompok limbah medis menembus angka 18.460 ton. Jumlah limbah B3 medis ini didominasi oleh sampah masker, face shield, sarung tangan plastik, dan Alat Pelindung Diri (APD) yang penggunaannya meningkat sejak pandemi Covid-19.
Karena sifatnya yang infeksius atau berpotensi menularkan penyakit, limbah B3 medis harus dikelola secara khusus. Salah satu jenis penanganan yang dinilai paling efektif adalah melalui pembakaran dengan alat khusus, yakni insinerator.
Namun, Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) mencatat, hingga pertengahan tahun 2021 lalu, hanya 122 Rumah Sakit yang memiliki fasilitas insinerator. Sementara itu, fasilitas pengolah limbah B3 medis juga masih terkonsentrasi di Pulau Jawa.
Limbah Medis Jadi Bed Rumah Sakit
Peduli pada pengelolaan limbah B3 medis, Delfira Suecita Regana, Nadhifa Alya Zahira, dan Arsyad Ibaddurahman, mahasiswa Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Pertamina, mengubah limbah tersebut menjadi alat kesehatan (alkes). “Selama ini, pengelolaan limbah B3 medis berfokus pada pemusnahannya. Sehingga, kami mencoba mengajukan usulan baru dan mungkin yang pertama kali di Indonesia, dengan mengolah limbah B3 medis menjadi kerangka ranjang rumah sakit (hospital bed). Inovasi ini, kami beri nama Recyled Hospital Bed atau Rehob,” ungkap ketua tim, Delfira, dalam wawancara daring, Kamis (28/01).
Masih lekat dalam ingatan, ketika pada Juni 2021 lalu, Indonesia kembali mengalami lonjakan kasus Covid-19. Saat itu, Kementerian Kesehatan mengamanatkan agar konversi tempat tidur untuk pasien Covid-19 di fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) ditingkatkan hingga 60 persen. Sayangnya, kebijakan tersebut masih belum cukup. Beberapa rumah sakit seperti Siloam menyatakan, pada Juni 2021 telah kehabisan tempat tidur untuk merawat pasien Covid-19.






























Komentar