Suluttimes.com, AIRMADIDI – Kendati tim Satgas Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Minut dengan gencar melakukan penanganan Stunting.
Namun masalah gisi buruk berangsur naik, seperti dialami balita maupun ibu hamil di Kecamatan Talawaan.
Sesuai rilis data pengukuran DPPKB Minut pada bulan Februari berjumlah 31 anak. Kemudian di bulan Agustus di tahun berjalan ada 34 kasus Stunting.
Hal ini terungkap dalam kegiatan mini lokakarya di Kecamatan Talawaan dihadiri langsung Kepala Dinas PPKB Minut, dr Jane Simon, serta para Kabid di instasi tersebut, Jumat (25/11/22).
Ketua Satgas Stunting Minut, Denny Lakamentik tak menampik kenaikan kasus stunting di Kecamatan Talawaan.
Lalamentik menerangkan, mini lokakarya sengaja diadakan di Kecamatan supaya setiap stakeholder yang ada di wilayah tersebut lebih peduli dengan masalah Stunting.
Halnya kader-kader kesehatan terus berupaya maksimal guna menurunkan stunting. Bahkan di lokasi-lokasi Posyandu di Kecamatan seperti biasa
dibuatkan dapur sehat (Dapsat) tersedia bahan makanan, asupan gisi bagi balita atau ibu hamil terdampak stunting.
“Terkadang kelalaian orang tua, tidak membawakan atau memeriksakan anak di Posyandu, sehingga tidak terkontrol. Makanan atau asupan gisi bagi balita yang tersedia di Dapsat tidak bisa dibawa pulang. Artinya mereka harus makan di lokasi sehingga dalam pemantauan. Kalau dibawa pulang, bukan tidak mungkin dibagikan ke orang lain, atau tidak dimakan. Ini contoh, sehingga menghabat percepatan menurunan stunting,” jelas Lalamantik.
Ditambahkan, pengadaan makanan yang disediakan di Posyandu intervensi Dana Desa (Dandes), atau bantuan lainnya, termasuk pihak swasta yang peduli dengan masalah kesehatan di wilayah tersebut.
“Dari kasus stunting di Kecamatan Talawaan, sedikitnya 13 anak bisa keluar dari masalah ini,” tambahnya.
Turut hadir camat Talawaan Alexander Warbung SIP, Kabid Keluarga Sejahtera Dan Pemberdayaan Keluarga Helena Karundeng SE MAP. (dw/st)

























Komentar