Sulut Times, Manado: Cuaca ekstrim selama 2 hari dengan intensitas curah hujan yang tinggi disertai angin kencang sejak Jumat (16/01/2020) menyebabkan terjadinya banjir dan tanah longsor serta pohon tumbang di beberapa wilayah Sulawesi Utara.
Kondisi cuaca yang ekstrim ini menyebabkan jatuhnya korban jiwa di Kota Manado.

Adapun korban yang meninggal dunia disebabkan tertimpa bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi hari ini di Kelurahan Perkamil Kota Manado Sabtu (16/01/2021) berjumlah 4 orang.
Menurut Kepala Lingkungan V Kelurahan Perkamil, Grace Tabaluyan kepada media ini ketiga korban adalah Fanny Poluan (50 thn) pekerjaan Guru, Ani Laurenst pekerjaan Ibu rumah tangga dan seorang anak bernama Chealse (8 tahun).
Menurut Tabaluyan, musibah yang merenggut 3 korban jiwa ini, terjadi sekitar pukul 14.30 wita hari ini


Sementara 1 korban lainnya adalah seorang anggota kepolisian bernama Aiptu Kifny Kawulur warga Aspol Perkamil.



Sementara itu, berdasarkan penuturan Meilina Mamitoho Lurah Malayang Satu Barat, di wilayahnya tanah longsor di jalan Sea membuat setengah bagian rumah keluarga Makarawung-Pondaag rata dengan tanah.
Naasnya, Istri kepala Lingkungan 2, Meini Pondaag (52) yang kesehariannya adalah tenaga pendidik ditemukan sudah meninggal dunia di dalam rumah.

Di wilayah Malalayang 1 Timur, talud dan pagar GMIM Sobat Kristus roboh dan meterial memenuhi badan jalan.






























Komentar