SULUTTIMES.COM, Bitung : Ditengah pamor Kota Bitung menuju Kota Digital harus ternodai dengan cara rekrutmen perangkat Kelurahan (Pala/RT) yang sempat menjadi polemik ditengah-tengah masyarakat beberapa waktu lalu, kini mulai terkuak sumber daya yang direkrut tidak mumpuni, tanpa bantuan orang lain.
Pasalnya, Pala/RT yang katanya direkrut atas usulan masyarakat itu dibantah oleh masyarakat itu sendiri, terlebih tidak mampu melaksanaKan tugas dengan baik.
Baca Juga :
Informasi yang didapat, bahwa ada disalah satu Kelurahan yang ada di Kecamatan Madidir yaitu Kelurahan Wangurer Timur, ada salah satu oknum Pala/RT diduga tidak tahu membaca dan menulis. Dilansir INAnews, Kamis (22/07/2021).
Hal ini disampaikan oleh, salah satu warga yang ada di Kelurahan tersebut yang meminta namanya jangan di publish mengatakan, bahwa benar ada oknum RT yang tidak tahu membaca dan menulis.
“Benar yang kami tahu, oknum RT tersebut tidak tahu membaca dan menulis karena yang bersangkutan tidak bersekolah”, ucap Warga.

Lanjut Warga, apa yang disampaikan oleh Pemerintah Kota Bitung bahwa rekrutmen Pala/RT atas usulan warga, karena semua warga mengetahui kemampuan dari Pala dan RT.
“Tidaklah mungkin, jika masyarakat kemudian mengusulkan Pala atau RT yang diketahui bersama tidak mampu, seperti tidak tahu baca dan tulis,” jelas Warga
Baca Juga :
- Joune Ganda Apresiasi Doa Dan Puasa Sinode GMIM di Tengah Ancaman Karhutla dan Kekeringan
- ILUNI UI Sulut Rayakan Satu Dekade dengan Aksi Nyata, Warga Kauditan Dapat Layanan Kesehatan Gratis
- Pewarna Sulut Siapkan FGD dan Rakerda 2026, Bahas Penguatan Ketahanan Sosial
- Ditpolairud Polda Sulut Salurkan Bantuan Bagi Korban Kebakaran 17 Rumah di Bitung
- Kapolda Sulut Gelar Jumat Keliling di Masjid Al-Ikhlas Paniki Dua Ajak Masyarakat Perangi Narkoba
- PROWM Bedah Tantangan Pelayanan RSUD Maria Walanda Maramis, BPJS hingga Persaingan Rumah Sakit Jadi Sorotan
Disisi lain, ketika dikonfirmasi kepada Camat Madidir Altin Tumengkol mengatakan, bahwa pihaknya sudah mengecek langsung ke Lurah Wangurer Timur, dan menurut Lurah Wangurer Timur bahwa waktu lalu sudah pernah melakukan tes baca dan tulis, dan oknum tersebut bisa melakukannya dengan benar.
“Yang bersangkutan bisa. Dan menurut Lurah, RT tersebut kinerjanya bagus,” jawab Tumengkol.
Ketika ditanya siapa yang rektut RT tersebut, menurut Tumengkol adalah atas usulan masyarakat.
“Atas usulan masyarakat setempat ke lurah, dan lurah teruskan ke camat. Camat buatkan SK,” jelasnya.
Diketahui Kecamatan Madidir adalah, Kecamatan percontohan untuk Program Digital, namun sangat disayangkan kalau diera digital seperti yang selalu digembar gemborkan Pemerintah, kalau masih ada oknum RT yang diduga tidak tahu menulis dan membaca, tutup Warga.





























Komentar