Suluttimes.com, AIRMADIDI – Pusat Jajanan Kuliner dan Cinderamata (PJKC) yang terletak di area zeropoint, nampak sepi dari pengunjung.
Pasalnya, dari 30 kios yang disiapkan pemerintah untuk ditempati pedagang sejak dibangun akhir tahun 2021 silam, namun hanya beberapa kios yang aktif berjualan, lainnya masih belum ditempati, padahal sudah diberikan tempat.
Dari informasi, begitu banyak pedagang yang awalnya ingin berjualan di lokasi PJKC. Hanya saja jumlah kios yang terbatas.
Tak heran, Dinas Perdagangan Minut bekerja sama dengan Sat Pol-PP akhirnya melakukan penertiban di lokasi tersebut, Kamis, (14/09/23).
Penertiban ini tak ditampik Kadis Perdagangan Maximillian Tapada.
Dijelaskan Tapada, saat menjabat Kadis Perdagangan tahun 2022 lalu, pihaknya memberikan perhatian salah satunya di PJKC.
Dengan adanya pusat jajanan kuliner di PJKC sangat berdampak terhadap sektor pariwisata Minut, apalagi Likupang ditetapkan sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP).
Halnya Dinas Perdagangan juga akan terus mempromosikan tempat ini sebagai tempat jajanan dan UMKM yang ada di Minahasa Utara,
“Penertiban dilakukan karena para pedagang sudah beberapa kali diperingatkan, namun tidak diindahkan. Termasuk menyampaikan surat permohonan penempatan kepada Sekda. Hal ini dimaksudkan agar roda perekonomian di PJKC ini berjalan lancar,” sebut mantan Kadispora Minut.
Menurutnya, dengan adanya kios yang ditutup tanpa alasan bisa mengurangi aktifitas yang ada di PJKC dan pengunjung akan berkurang.
“Dalam penertiban ada beberapa kios yang kosong, sudah ada pengganti supaya roda perekonomian berjalan kembali.
Ini berlaku untuk semua yang menempati kios,” imbuhnya.
Tapada menambahkan, rencana kedepan sesuai Perda, para pedagang yang sudah diberikan tempat atau yang menempati kios akan dikenakan retribusi.
Saat ini ada 24 kios ditempati dari 30 kios yang disiapkan.
“Kami juga sudah mengedukasi untuk pengelola kios yang akan menempati untuk benar-benar bertanggung jawab yang pada akhirnya UMKM yang ada di Minahasa Utara berkembang dengan baik.” tambahnya diiyakan Sekretaris Dinas Perdagangan Vilma Anthoni dan Kabid Distribusi Perdagangan dan Export, Melky Rompis. (dw/st)

























Komentar