DPRD Minut Gelar Paripurna Agenda LKPJ Bupati TA 2025

Suluttimes.com, AIRMADIDI – Kendati terjadi pengurangan jatah Dana Transfer ke Daerah (TKD) dialami seluruh daerah, termasuk Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Pemkab Minut) sejak tahun anggaran (TA) 2025, bahkan masih berlanjut di TA 2026, imbas dari pemangkasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Namun capaian kinerja pembangunan di Kabupaten Minahasa Utara tahun anggaran (TA) 2025 sebagai bentuk tranparansi anggaran, berikut pembangunan proyek infrastruktur dasar bahkan kualitas pelayanan publik serta masuknya investasi dapat berjalan baik dan lancar di bawah kendali Kepemimpinan Bupati Joune Ganda bersama Wakil Bupati Kevin W. Lotulung (JG-KWL).

Hal ini tertuang dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) TA 2025 yang disampaikan Bupati Joune Ganda dalam Rapat Paripurna berlangsung di ruang sidang DPRD Kabupaten Minut, Senin (09/03/26).

Baca Juga  Bupati JG Beber Capaian Investasi Minut TA 2023 Dihadapan Kepala BPKM/Investasi

Rapat Paripurna dalam rangka Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Minut TA 2025, dipimpin langsung Ketua DPRD Minut, Vonny Adel Rumimpunu (VAR) didampingi wakil ketua Cynthia Erkles, dihadiri Wakil Bupati Minut Kevin W. Lotulung, para anggota dewan, Sekda Novly Wowiling, Unsur Forkopimda, Sekwan Minut, Pimpinan OPD, Camat, Kumtua/Lurah lingkup Pemkab Minut.

Dalam LKPJ TA 2025, Bupati Joune Ganda menyoroti pentingnya investasi daerah. Ditegaskan bahwa Pemerintah berkomitmen menjaga iklim investasi yang aman dan menguntungkan bagi semua pihak.

Dalam paparannya, Bupati Joune Ganda mengakui selama setahun terakhir, Pemkab Minut berupaya melindungi daya beli masyarakat.

“Kami terus mengupayakan untuk mencapai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang lebih baik, saat ini masih dalam tahap penghitungan,” ujar JG sapaan. akrab bupati Minut dua periode.

Baca Juga  Wagub Tegaskan Pengendalian Stunting Butuh Komitmen

Lebih lanjut bupati menerangkan perihal penanganan stunting yang merupakan isu krusial di tengah masyarakat dapat diminimalisir. Demikian capaian pengurangan stunting bisa dilakukan menjadi tanggung jawab pemerintah serta kolaborasi seluruh elemen di masyarakat.

Bupati juga menjelaskan mengenai pola baru yang diterapkan untuk menurunkan harga barang. “Dengan metode yang tepat, kami optimis dapat meringankan beban masyarakat,” tegasnya.

Di sisi lain, perbaikan dalam pelayanan kesehatan juga menjadi fokus, terutama dalam hal perlindungan sosial yang telah mencapai sekitar 55 persen.

“Target-target yang telah dicapai menunjukkan kerja keras dan kolaborasi semua pihak. Sebab tanpa dukungan masyarakat, termasuk teman-teman media, hasil ini tidak akan terwujud,” sambung bupati.
“Mari kita jaga segala capaian ini dan berusaha untuk lebih baik lagi ke depannya. Semoga sinergitas antara pemerintah, masyarakat, dan semua unsur lainnya dapat membawa kemajuan yang signifikan bagi pembangunan daerah,” kuncinya. (dw/st)

(Visited 23 times, 1 visits today)

Komentar