Suluttimes, Manado– Politeknik Negeri Manado kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan tridharma perguruan tinggi, khususnya bidang pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kegiatan pelatihan dan workshop yang digelar pada 14–15 Agustus 2025, tim dosen dan mahasiswa Politeknik Negeri Manado memberikan pembekalan kepada para guru Sekolah Minggu (GSM)di Jemaat GMIM Ayalon dan Jemaat Yordan Wilayah Manado Selatan Satu.

Para guru Sekolah Minggu yang mayoritas adalah ibu rumah tangga, selama ini melayani anak-anak sekolah minggu dengan penuh ketulusan iman. Namun di tengah perkembangan zaman, anak-anak semakin terpapar pengaruh negatif dari game digital dan konten daring yang kurang mendidik.
Menjawab tantangan tersebut, Politeknik Negeri Manado memperkenalkan pendekatan baru dalam pelayanan keagamaan dan pendidikan karakter melalui pemanfaatan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI). Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas guru Sekolah Minggu dalam memahami dan menggunakan teknologi berbasis AI, menyediakan media pembelajaran kreatif dan interaktif, serta membantu merancang program Sekolah Minggu digital yang berfokus pada pembentukan karakter dan nilai spiritual.Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan, workshop, pendampingan, serta uji coba langsung, yang diakhiri dengan sesi monitoring dan evaluasi.
Para peserta dilatih untuk memanfaatkan AI sebagai sumber media pembelajaran yang menarik, sehingga diharapkan dapat menjadi alternatif positif atas kecenderungan anak-anak bermain game digital yang kurang edukatif.




























Komentar