Harga Gula Sentuh Rp19.000, Disperindag Sulut: Lebih Baik Harga Naik tapi Barang Ada

Oleh: Ronald Ginting

Sulut Times, Manado – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Utara mengakui ketersediaan gula pasir di daerah ini terbatas. Namun Disperindag Sulut melihat persoalan gula ini dialami juga oleh daerah-daerah lain di Tanah Air.

“Gula ini masalah nasional, termasuk di daerah kita juga. Jadi, kami punya ketahanan gula sangat terbatas,” ujar Kepala Disperindag Sulut Edwin Kindangen, Kamis (16/4).

Kata Edwin, ketersediaan Barang Kebutuhan Pokok di Sulut per 13 April 2020, stok gula pasir hanya tersedia sebanyak 730,48 ton dari rata-rata kebutuhan konsumsi 1.410 ton per bulan. Gula pasir hanya cukup untuk 15 hari.

Sedangkan selama periode Idulfitri, kebutuhan gula pasir diperkirakan mencapai 2.820 ton.

Baca Juga  Langkah Preventif, PT. Pertamina Lakukan Penyemprotan Disinfektan

Keterbatasan stok gula pasir ini juga yang membuat harga gula pasir di pasaran melambung hingga Rp19.000 per kg.

“Hal ini disebabkan gula diproduksi dari luar, sedangkan produksi dalam negeri terbatas. Saya minta distributor tetap mengadakan. Prinsip saya lebih baik harga naik tapi barang ada, daripada tidak sama sekali,” sebut Edwin.

“Distributor setuju dengan saya makanya mereka datangkan gula dari Jawa, Sumatra. Konsekuensinya harga jadi mahal di atas harga eceran tertinggi (HET),” sambungnya. (gtg)

(Visited 31 times, 1 visits today)

Posting Terkait

Baca Juga

Komentar