Oleh: Ronald Ginting
Sulut Times, Manado – Beberapa warga Sulawesi Utara mengaku bingung apa yang dimaksud dengan klaster dalam wabah covid-19 sekarang ini. Menyikapi hal ini, Juru Bicara (jubir) sekaligus sekretaris Penanganan Covid-19 Sulut dr Steaven Dandel menjelaskan terkait klaster virus corona atau Covid-19.
“Klaster ialah sekumpulan kasus penyakit menular yang terhubung oleh satu peristiwa atau lokasi,” papar Dandel, Senin (11/5).
Ia menambahkan, dalam konteks Covid 19, di Indonesia telah ada, banyak sekali klaster contohnya klaster Bandung yang terhubung dengan konvensi keagamaan yang diadakan di Bandung. “Klaster Gowa yang terhubung dengan acara keagamaan yang dilakukan di Gowa,” kata Dandel.
Pasien yang terkonfirmasi positif bukan hanya dari Gowa tetapi ada juga yang dari Kalimantan Utara, Kalsel, Sultra, Lampung, Papua dan lain-lain. “Di Sulut sendiri ada 15 kasus dari klaster Gowa,” ujarnya lagi.
Ia menjelaskan, klaster Sampoerna Surabaya, kasus positif datangnya dari segala penjuru Surabaya tetapi koneksi mereka ada dalam pabrik rokok jadi disebutlah klaster Sampoerna.
“Klaster Karombasan yang ada di Kota Manado adalah sebutan epidemiologis untuk menjelaskan keterkaitan dari 3 kasus yakni kasus 41, kasus 46 dan kasus 57 yang dalam penyeledikian epidemiologis ternyata terkoneksi satu sama lain dengan aktivitas mereka di tempat perdagangan yang ada di wilayah Karombasan,” ucap dia.
Dia bilang tidak ada hubungannya dengan jumlah kasus positif di Kelurahan Karombasan Utara dan Karombasan Selatan.
“Tujuannya untuk memberi informasi kepada masyarakat bahwa di daerah tempat perdagangan itu telah ada 3 kasus yang positif dan terkoneksi satu sama lain,” ucapnya.
Ia mengimbau, supaya masyarakat waspada karena di lokasi ini sulit diterapkan physical distancing. “Kalau tidak waspada, bukan tidak mungkin dari 3 akan bertambah dengan cepat,” sebut dia. (gtg)
























Komentar