Suluttimes, Jakarta– Jasa Raharja terus memperkuat komitmennya dalam menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance – GCG) dan manajemen risiko yang efektif.
Hal ini diwujudkan melalui kegiatan
Pembinaan Kantor Wilayah dan Site Visit Assessment GCG di Kantor Wilayah Nusa
Tenggara Timur (NTT), dipimpin langsung oleh Direktur Kepatuhan dan Manajemen
Risiko Jasa Raharja, Harwan Muldidarmawan yang didampingi oleh Mas Achmad Daniri, Ahli Tata Kelola Perusahaan.
Kegiatan yang berlangsung beberapa waktu lalu menjadi momentum
penting untuk memperkuat sinergi antara kantor pusat dan unit wilayah dalam
menumbuhkan budaya kepatuhan, integritas, dan akuntabilitas di seluruh lini
perusahaan.
Harwan menegaskan bahwa implementasi prinsip GCG merupakan fondasi utama dalam menciptakan tata kelola yang transparan dan berkelanjutan.
“Budaya kepatuhan harus tumbuh dari kesadaran bersama, bukan karena tuntutan regulasi. Kepatuhan dan integritas adalah nilai yang perlu hidup dalam setiap proses bisnis agar kepercayaan publik terhadap Jasa Raharja semakin kuat,” –Harwan Muldidarmawan
Sebagai pelaksana program Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang (DPWKP) dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ), Jasa Raharja memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan pelayanan publik yang berkeadilan, cepat, dan transparan. Oleh karena itu, setiap proses bisnis di lingkungan perusahaan harus berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip GCG, yaitu transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan kewajaran (fairness).
Melalui site visit assessment GCG di Kanwil NTT, tim Direktorat Kepatuhan dan
Manajemen Risiko melakukan evaluasi langsung terhadap penerapan tata kelola,
mulai dari keselarasan kebijakan hingga praktik di lapangan. Hasil asesmen ini
diharapkan dapat memberikan gambaran objektif mengenai tingkat kepatuhan,
sekaligus mengidentifikasi potensi perbaikan dalam tata kelola perusahaan.
“Selain menilai kepatuhan terhadap standar GCG, dalam proses asesmen ini kami juga meneguhkan komitmen untuk terus memperbaiki diri. Hasil evaluasi akan
menjadi dasar bagi transformasi sistem manajemen risiko yang lebih adaptif dan
berkelanjutan,” jelas Harwan.
Sumber dan Foto: Humas Jasa Raharja































Komentar