Kepsek SMAN 4 Manado BungkamTak Bersedia Menemui Wartawan

Sulut Times, Manado : Upaya sejumlah wartawan dari beberapa media di Kota Manado sudah berupaya melakukan konfirmasi persoalan dugaan perundungan salah satu siswa, DA kepada Kepala Sekolah SMA Negeri 4 Manado, Jaquelien Dien. Upaya tersebut tidak direspon Jaquelien.

Akses pintu masuk ke sekolah itu, yang dijaga ketat tiga orang dirantai. Hanya siswa dan tamu-tamu yang boleh masuk melalui akses itu.

“Kami tidak menerima tamu wartawan.” Ini perintah Kepala Sekolah,” singkat salah satu petugas keamanan sekolah itu, saat wartawan ingin bertemu langsung dengan Kepsek SMAN 4 Manado, Jaquelien.

S dan T, menceritakan sosok DA yang merupakan teman sekelas mereka. Menurut mereka DA anak baik tidak pernah membuat keonaran selama di kelas.

“DA orangnya baik. Dia tidak pernah berbuat onar di kelas. Tidak pernah sih, dia begitu,” kata mereka, Rabu (1/11).

Hanya saja, kata mereka DA, beberapa kali ditegur karena DA sering ketiduran selama jam pelajaran.

“Dia sering melakukan pelanggaran, karena dia sering ketiduran saat guru mengajar,”

Dikatakan mereka, selain itu, DA beberapa kali lompat pagar masuk ke sekolah.

“Kalo soal berapa kali (lompat pagar) kami belum bisa merinci berapa. Yang pasti pernah,” kata S dan T.

Mereka pun berharap semoga persoalan tersebut bisa terselesaikan secepatnya sehingga DA kembali bisa melanjutkan studinya.

“Amin. Semoga persoalan yang menimpa teman kami itu cepat terselesaikan. Sayang, karena ini sudah kelas terakhir,” kata mereka kembali.

Sejumlah siswa yang melakukan bully terhadap DA (16), siswa kelas XII jurusan IPA SMA Negeri 4 Manado, diduga di perintahkan oleh oknum Guru berinisial N.” N mengajar mata pelajaran Seni Budaya di sekolah tersebut.

Hal tersebut diungkapkan kuasa hukum Orangtua DA, Vebry Deandra. Dia bilang aksi yang dilakukan oleh sekira 10 siswa dan siswi sekolah tersebut atas perintah N.

“Oknum guru yang ada di sekolah SMA Negeri 4 Manado, menggalang anak-anak, untuk menyatakan menolak anak klain saya, Dan saya menanyakan kepada para siswa itu, siapa yang menyuruh melakukan ini, mereka menyatakan  nama seorang guru mereka sebutkan yaitu guru Seni Budaya. Dia (guru) ini yang menyuruh. Guru itu berinisial N,” kata Vebry.

“Ini kan berarti setingan yang dilakukan oknum guru itu, dan apakah ada guru-guru lain terlibat dalam persoalan ini atau tidak.” Kami belum mendapatkan informasi yang mendalam soal itu,” sambungnya.

Dirinya juga meminta agar Gubernur Sulut Olly Dondokambey  menyikapi persoalan yang telah mencoreng dunia pendidikan Sulut.

“Kami meminta kepada Gubernur Sulut, Kepala Dinas Pendidikan Sulut untuk mencopot dan melakukan pembinaan terhadap guru-guru yang ada di sekolah ini.” Ini sudah tidak bisa dibiarkan,” kata Vebry kembali.

dibuli. Kejadian itu terjadi SMA Negeri 4 Manado, Senin (30/10).

Informasi, DA dibuly oleh para siswa. Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 14:00 WITA.

Informasi yang didapat, aksi tersebut diduga diperintahkan oleh oknum-oknum Guru  sekolah itu, karena DA beberapa kali melakukan pelanggaran.

“Saya kaget saat melihat ada beberapa siswa mengusir saya dan saya sangat Kecewa. Padahal mereka itu teman-teman saya dan saya tidak pernah ada masalah dengan mereka,” ucap DA sambil meneteskan airmata, saat diwawacarai Manado Bacirita, Rabu (1/11).

“Mental saya terganggu dengan aksi itu, Pak. Saat itu jiwa saya sakit hati, pingin nangis,” tambahnya.

DA yang bercita-cita menjadi seorang pengacara dan juga TNI AL ini minta kepada Pemerintah untuk membantu menyelesaikan persoalan tersebut.

“Dari lubuk hati terdalam, saya masih pingin sekolah disitu. Tapi sudah seperti ini. Saya ingin pemerintah tolong dan bantu saya menyelesaikan persoalan ini. Tolonglah bantu,” katanya.

Orangtua telah menyerahkan persoalan ini kepada kuasa hukum. Dan, hal ini  akan dilaporkan ke DPRD Provinsi Sulut. Keluarga minta agar persoalan tersebut ditindaklanjut DPRD Sulut yakni membawa hearing. Selantuynya akan membuat surat terbuka ke Presiden Joko Widodo.
(jack lm/St).

(Visited 408 times, 1 visits today)

Komentar