Suluttimes.com, AIRMADIDI- Pekan kemarin, tepatnya Jumat (01/03/24) Pasar Murah digelar di kawasan Terminal Airmadidi, Kecamatan Airmadidi, Kab Minahasa Utara (Minut).
Lagi, Pemkab Minut melalui Dinas Perdagangan berpindah lokasi, menggelar Operasi Pasar Murah terpusat di kantor Kecamatan Dimembe, Selasa (05/3/24).
Tak heran, sejak dibuka lokasi ini langsung “Diserbu” masyarakat untuk mendapatkan pasokan bahan pokok dengan harga terjangkau.
Sebagaimana dijelaskan Kadis Perdagangan Minut, Maximillian Tapada SPd MSi, jika Pasar Murah dilaksanakan di salah satu Kecamatan, maka di hari yang sama “Kios Inflasi” yang berada di Pusat Jajanan Kuliner dan Cenderamata (PJKC) berlokasi di Desa Sukur, Kecamatan Airmadidi tidak beroperasi.
“Operasi Pasar yang dilaksanakan Pemkab Minut nantinya akan berpindah-pindah di seluruh Kecamatan. Jika dipusatkan di satu titik, maka Kios Inflasi sementara ditutup, mengingat ada petugas yang handle kegiatan tersebut,” jelas Tapada merespons cuitan masyarakat soal tidak dibukanya Kios Inflasi di areal PJKC Sukur.
Lanjut Tapada, Pasar Murah yang dilaksanakan di Kecamatan Dimembe, menyediakan Komoditi Beras sekitar 2500 Kg atau 500 kantong/uk 5 kg, dan minyak goreng (migor) 240 liter.
Dari kegiatan ini sebagaimana harapan dan perhatian Pemkab Minut dinakhodai Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin W. Lotulung (JGKWL) dalam rangka menstabilisasi harga barang kebutuhan pokok serta menekan angka inflasi di daerah.
Sekali lagi sambung Tapada, Kios Inflasi akan terus beroperasi sepanjang stok bahan pokok tersedia.
“Ini perlu diluruskan, agar tidak salah pengertian ketika masyarakat datang di Kios Inflasi yang berada di PJKC. Dibuka setiap hari, terkecuali ada kegiatan Pasar Murah di lokasi lain,” tambah mantan Kadis Pemuda dan Olahraga (Dispora) Minut. (dw/st)

























Komentar