Sulut Times, Manado : Gelombang tuntutan keadilan atas kematian tragis mahasiswi Universitas Negeri Manado (UNIMA), Evia Maria Mangolo (EMM), kian menguat. Gabungan mahasiswa, lembaga swadaya masyarakat (LSM), serta masyarakat Nusa Utara memastikan akan menggelar aksi unjuk rasa di Polda Sulut, Senin, 5 Januari 2026.
Aksi tersebut bertujuan mendesak aparat kepolisian mengungkap secara transparan dan menyeluruh penyebab kematian EMM, mahasiswi semester akhir asal Kabupaten Kepulauan Sitaro, yang ditemukan tewas dalam kondisi tergantung di kamar kosnya di Kota Tomohon, Selasa, 30 Desember 2025 lalu.
Ketua Dewan Pemerhati Nusa Utara, Yuzak Walo, menegaskan bahwa aksi ini dilandasi rasa kemanusiaan dan keprihatinan mendalam atas peristiwa yang menimpa salah satu putri Nusa Utara tersebut.
“Dengan terjadinya peristiwa yang sangat mendukakan ini, kami sebagai warga Nusa Utara bersama seluruh organisasi dan lembaga swadaya masyarakat berencana turun melakukan aksi unjuk rasa di Polda Sulut. Kami meminta agar kasus ini dituntaskan dan diselesaikan sampai ke akar-akarnya,” ujar Yuzak kepada wartawan di Terminal Pelabuhan Manado, Jumat (2/1/2026).
Yuzak juga menegaskan bahwa pihaknya mencurigai kematian EMM bukan semata-mata akibat bunuh diri. Menurutnya, terdapat sejumlah kejanggalan yang harus diusut secara serius oleh aparat penegak hukum.
“Kalau melihat dari kematian almarhumah ini, kami mencurigai bahwa ini bukan kematian karena bunuh diri,” tegasnya.
Ia menilai, hanya penyelidikan yang profesional, objektif, dan terbuka yang dapat menjawab berbagai keraguan publik serta memberikan keadilan bagi korban dan keluarga.
“Tentu ada hal-hal yang perlu ditelusuri secara langsung oleh pihak Kepolisian Daerah Sulawesi Utara,” tambah Yuzak.
Diketahui, Evia Maria Mangolo ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di kamar kosnya di Tomohon. Kasus ini semakin menyita perhatian publik setelah mencuat dugaan bahwa korban mengalami trauma berat akibat dugaan pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh oknum dosen berinisial DM. Dugaan tersebut menguat setelah beredarnya tulisan tangan korban yang berisi pengaduan terkait perlakuan tidak senonoh yang dialaminya.
Hingga kini, keluarga korban berharap aparat penegak hukum dapat mengungkap fakta yang sebenarnya dan menegakkan keadilan atas kepergian EMM. ((Jack))
























Komentar