
Sulut Times, Bitung : Jan WG Polii menjelaskan pada intinya,
beberapa kegiatan akbar keagamaan dibuat di Bitung, antara lain,
Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, dan Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw, hadir dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Kelompok Pelayanan (KP) Lansia Sinode GMIM Tahun 2023, Sabtu (4/11/2023).
Acara digelar di Stadion Dua Sudara, Bitung, Sulut.
Ada juga kegiatan lain,
Wali Kota Bitung, Ir. Mautits Mantiri MM menghadiri Ibadah Agung Pelprip GPDI ke 70 Tahun yang dilaksanakan di Stadion Duasudara Bitung. Dalam prakartanya Walikota mengatakan ketika kegiatan kegiatan keagamaan dilaksanakan di Kota Bitung akan membuat Kota Bitung semakin di berkati.
Di hadapan ribuan Jemaat GPDI, Wali kota juga mengatakan sudah kewajiban pemerintah untuk mendukung setiap kegiatan keagamaan itu sejalan dengan arahan dari bapak Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara.
Kegiatan akbar lainnya adalah,
Ibadah Syukur Hari Ulang Tahun Ke-61 Pria/Kaum Bapa Sinode GMIM TAHUN 2023. Ibadah Syukur tersebut dilaksanakan di Stadion Duasudara Kota bitung pada Jumat, 13 Oktober 2023.
Begitu pula
Selebrasi Paskah dan HUT ke-97 Pemuda GMIM se-Sulawesi Utara berjalan sukses dan meriah. Senin, (10/4/2023).
Dari informasi ada sekitar 67 ribu peserta yang hadir dalam perayaan yang dilaksanakan di lapangan Stadion Dua Sudara, Kota Bitung.
Kegiatan kegiatan keagamaan diatas memberikan suatu nuansa yang sangat positif untuk pemimpin Kota Bitung.
Prestasi ini adalah menjadi pelelengkap
Wali Kota Bitung Maurits Mantiri dinobatkan sebagai bapak moderating beragama oleh Wakil Menteri Agama Republik Indonesia.
Penobatan itu di berikan usai Gubernur Sulut Olly Dondokambey membuka kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-29 tingkat Provinsi Sulawesi Utara.
Moderasi beragama merupakan usaha kreatif untuk mengembangkan suatu sikap keberagamaan di tengah pelbagai desakan ketegangan (constrains).
Seperti antara klaim kebenaran absolut dan subjektivitas, antara interpretasi literal dan penolakan yang arogan atas ajaran agama, juga antara radikalisme dan sekularisme.
Komitmen utama moderasi beragama terhadap toleransi menjadikannya sebagai cara terbaik untuk menghadapi radikalisme agama yang mengancam kehidupan beragama.
“Pada gilirannya, mengimbasi kehidupan persatuan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ucapnya.

Sementara itu Wali Kota Bitung Ir Maurits Mantiri yang juga adalah bapak moderasi beragama mengatakan, ini adalah sikap keberagamaan dalam dinamika berbangsa dan bernegara.
Dikatakan Mantiri, akhir-akhir ini Presiden Ir Joko Widodo di berbagai kesempatan mengajak tokoh-tokoh agama untuk menjadikan agama sebagai sumber nilai-nilai yang merawat kebinekaan.
“Presiden selalu mengajak tokoh-tokoh agama dan umat beragama untuk memberikan wawasan keagamaan yang Iebih dalam dan luas lagi kepada umat masing-masing.
Karena eksklusivisme, radikalisme, dan sentimen-sentimen agama cenderung bertumpu pada ajaran-ajaran agama yang terdistorsi,”
Hebat Mautits Mantiri Walikota Bitung,
Kami, Pemerintah dan masyarakat Bitung pasti mendukung dan senang iven keagamaan bisa dilaksanakan di Kota Bitung,” tuturnya.
Menurutnya iven semacam ini, akan memperkuat ikatan persaudaraan dan kekeluargaan diantara kita sebagai sesama warga Sulawesi Utara.
“Kami menyambut positif kegiatan ini. Dengan seringnya kita melaksanakan kegiatan keagamaan, itu akan membuat kita lebih rendah hati,” tuturnya.
“Masyarakat kita disini bahkan bahu-membahu, “bakumalendong”–dalam bahasa manado–untuk mempersiapkan iven keagamaan ini,”.
Bitung Hebat, Bitung Sejahtera
Jan WG Polii Staf khusus Gubernur.
(jack lm/St).
























Komentar