Suluttimes.com, AIRMADIDI – Pemerintah Desa (Pemdes) Lembean dinakhodai Pnt Daisy Soemampouw SH, Selasa (25/07/23) menggelar Rembug Stunting sebagai langkah penyusunan kerja Pembangunan Desa TA 2024 mendatang.
Kegiatan yang berlangsung di balai Desa Lembean, juga dihadiri Camat Kauditan Roy Rampengan SPt MSi, Sekretaris Desa Youla Sumarauw SPd, Ketua BPD Robby Parengkuan SH, Kapus Kauditan dr Trisje Tiwow, Ketua PKK Desa Lembean, Koordinator PLKB Kecamatan Kauditan, para Kader Posyandu. Pendamping Kecamatan serta Pendamping Desa.
Camat Kauditan Roy Rampengan dalam arahannya mengatakan Rembug Stunting merupakan amanat Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Desa agar memprioritaskan penggunaan Dana Desa untuk pencegahan dan penanganan stunting.
“Dari kegiatan ini akan ada masukan, baik dari para kader, pendamping Kecamatan dan Desa. Juga salah satu rangkaian Pramusyawarah Desa, langkah proyeksi Perencanaan Desa di tahun berikutnya. Misalnya pemberian makanan tambahan cemilan bergisi, mengingat akan naik anggaran Dana Desa. Makanan utama jangan dihilangkan, terus berkoordinasi dengan ahli gizi puskes Kauditan,” sentil Rampengan.
Dikesempatan yang sama Kumtua Daisy Soemampouw menjelaskan, Kecamatan Kauditan telah memiliki Posyandu Remaja, salah satunya di Desa Lemban.
Desa Lembean sebut ibu Daisy juga telah ada Kader Pembangunan Manusia (KPM), Paud Pelita Kasih dengan jumlah 36 anak. Posyandu Dahlia dibantu tenaga kesehatan Puskes Kauditan dan Kader Posyandu Desa Lembean.
“Posyandu remaja untuk mencegah pernikahan dini, ada sosialisi tentang bahaya pernikahan usia anak. Halnya masyarakat yang belum masuk BPJS juga sudah didaftarkan,” terang Soemampouw.
Lanjut Kumtua, beberapa usulan untuk tahun 2024 seperti percepatan penanganan stunting.
Disarankan petugas atau kader menggunakan seragam lengan panjang dan sarung tangan, supaya saat menggendong anak tidak bersentuhan ke kulit dan rambut diikat rapih.
Halnya dapur DASHAT lebih ditingkatkan dengan menyediakan makanan yang lebih sehat dan bergizi. Peralatan Posyandu usul ditambah seperti alat ukur digital.
Penyuluhan bagi anak perempuan berusia 21 tahun dan pria usia 23.
Penambahan anggaran untuk makanan tambahan, transport untuk kader yang kunjungan ke rumah. Ketahanan pangan lebih ditingkatkan untuk stunting, memberikan makanan untuk siswa paud dan WC Paud.
Sementara Kapus Kauditan dr Trisje Tiwow mengapresiasi Posyandu remaja Desa Lembean terbaik se Kecamatan Kauditan.
“Halnya penanganan stunting harus kerjasama dengan semua pihak.
Untuk sanitasi salah satunya Kecamatan Kauditan dimana semua Desa sudah deklarasi Stop BAB, dan sudah dicanangkan sebagai kampung sanitasi,” ujar dr Trisje. (dw/st)

























Komentar