Pemkab Minut Gelar Gerakan Pangan Murah, Cabai Rawit Dijual Rp90 Ribu per Kilogram


Suluttimes.com, MINUT – Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Pasar Airmadidi, Sabtu (10/10/2026), untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus mengendalikan inflasi daerah, terutama akibat kenaikan harga cabai rawit atau rica.

Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Daerah Minahasa Utara, Ir. Novly Wowiling, M.Si., bersama Asisten II Robby Parengkuan, S.H., Asisten III Jossy Kawengian, Kepala Dinas Pangan Asriyadi Lalompoh, S.STP., Kepala Dinas Perdagangan Maximilian Tapada, serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan sejumlah pejabat terkait.

Dalam kegiatan tersebut, pemerintah menyediakan 150 kupon bagi masyarakat, dengan komoditas berupa 200 sak beras dan 150 kilogram cabai rawit.

Baca Juga  Polda Sulut Gelar Olahraga Bersama, Pasar Murah dan Pemberian Bansos

Novly Wowiling menjelaskan, GPM merupakan langkah konkret Bupati dan Wakil Bupati Minut untuk merespons lonjakan harga pangan. Harga cabai rawit yang di pasaran mencapai Rp110.000 hingga Rp140.000 per kilogram dijual melalui intervensi pemerintah dengan harga Rp90.000 per kilogram.

Intervensi yang kita lakukan bukan hanya dari sisi harga, tetapi juga dari sisi budidaya. Kita menyiapkan kebun percontohan cabai dan mendorong camat-camat untuk menggerakkan masyarakat menanam cabai di polybag. Ini menjadi salah satu langkah yang dinilai ideal untuk menghadapi kondisi cuaca panas yang menyebabkan berkurangnya air di lahan pertanian,” ungkapnya

Menurutnya, keterbatasan pasokan cabai turut dipengaruhi kondisi iklim dan cuaca panas ekstrem yang berdampak terhadap produksi pertanian. Karena itu, Pemkab Minut berencana melanjutkan intervensi pasar hingga Desember 2026, dengan evaluasi berkala untuk melihat dampaknya terhadap normalisasi harga.

Baca Juga  Komisi XIII DPR RI Puji Ketegasan Imigrasi Manado Cegat Dugaan TPPO ke Kamboja

Selain melalui pasar tradisional, pemerintah juga merencanakan kerja sama dengan pasar modern dan supermarket pada pekan berikutnya melalui skema subsidi harga yang melibatkan pedagang dan PUD Klabat. Langkah ini diharapkan memperluas jangkauan masyarakat dalam memperoleh bahan pangan dengan harga di bawah pasaran.

Di sisi lain, Pemkab Minut memperkuat upaya jangka menengah melalui pengembangan budidaya cabai. Pemerintah telah menyiapkan kebun percontohan atau demonstration plot (demplot) yang ditanami dua jenis cabai berumur lebih dari 10 bulan, serta menyiapkan lebih dari 100 kilogram bibit atau bahan tanam cabai dalam polybag untuk pengembangan selanjutnya.

Pemerintah juga mendorong para camat mengajak masyarakat menanam cabai secara mandiri menggunakan polybag sebagai alternatif menghadapi cuaca panas dan keterbatasan air di lahan pertanian.

Baca Juga  Sistim Penyediaan Air Minum Oleh Pemerintah Kota Manado

Novly menegaskan, pengendalian harga tidak hanya dilakukan melalui intervensi pasar, tetapi juga dengan memperkuat ketersediaan pasokan. Melalui kolaborasi pemerintah, petani, pedagang, pengelola pasar, dan masyarakat, Pemkab Minut berharap stabilitas harga pangan tetap terjaga serta daya beli masyarakat terlindungi.(dw/st)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar