Talaud,Suluttimes.Com Warga Desa Kalongan di Gegerkan dengan Penemuan Mayat Lelaki, Kapolsek Lirung Iptu La Ali bersama 3 Personil saat menerima laporan dari masyarakat langsung mendatangi TKP ( Tempat Kejadian Perkara) dan setelah sampai di TKP melakukan koordinasi dengan pihak keluarga korban dan pihak Puskesmas Kalongan. 20/4/2021 Pagi.
Diketahui bahwa identitas korban bernama Irianto Genggang (64)tahun berprofesi sebagai petani Alamat Dusun II Desa Kalongan Kecamatan Kalongan Kabupaten Kepulauan Talaud.
Korban di temukan berada di dalam kamar rumah korban dalam keadaan terlentang di atas tempat tidur korban.

Dari keterangan saksi perempuan Nova Tampoli(32) tahun Pekerjaan perangkat Desa Kalongan Alamat : Dusun III Desa Kalongan Kec. Kalongan Kabupaten Kepl. Talaud Menerangkan bahwa sekitar pukul : 09.00 wita saat saksi hendak menuju ke kantor Desa Kalongan untuk melihat petugas kesehatan dari Puskesmas Kalongan untuk melaksanakan Posyandu Pelayanan Terpadu (Posbindu), saat menuju ke kantor Desa Kalongan tepatnya di jalan depan rumah korban alm. bpk. Irianto Genggang saksi bertemu dengan perempuan a.n. ibu. Yenny Sasikome dan saski bertanya kepada perempuan Yenny Sasikome : kiapa ma ade ? dan perempuan Yenny Sasikome menjawab : mo lia pa opa, so 2 (dua) hari nda dapa lia opa p muka, dan saksi berkata kepada perempuan Yenny Sasikome, tunggu ma ade mo lia dulu di blakang soalnya ba bou busuh di blakang rumah pa opa, setelah saksi melihat di blakang rumah korban, saksi kembali mendekati perempuan Yenny Sasikome dan saksi mengatakan kepada perempuan Yenny Sasikome opa so mati karena lalat so banyak skali keluar dari pentilasi jendela kamar pa opa pe kamar deng ba bou busu skali, setelah itu saksi menuju ke rumah bpk. Son Tampoli untuk memanggil bpk. Son tampoli untuk melihat keadaan opo ( korban ) alm.bpk. Irianto Genggang, saat saksi melewati kantor Desa Kalongan saksi memanggil ibu Ranny Genggag yang saat itu berada di kantor Desa Kalongan dan berkata ka kage opa so mati napa lalat biru pe banyak skali dari pa opa pe pentilasi jendela kamar, setelah itu saksi bersama dengan ibu Ranny Genggang menuju belakang rumah korban dan melihat banyak lalat biru besar dan bau busuk keluar dari pentilasi jendelah kamar korban, setelah itu saksi menuju ke rumah bpk. Son Tampoli, setelah sampai di rumah bpk. Son Tampoli, saksi langsung bertemu dengam bpk. Son Tampoli dan mengatakan kepada bpk. Son Tampoli pa ade lia dulu opa kiri, kage opa so mati karena dari pa depa pentilasi jendela kamar banyak skali lalat biru deng babou busuk dan bpk. Son Tampoli berkata : papa ade pe kira opa ada brangkat di manado kareana opa Dance Tulis hari minggu ada ba cari pa opa kiri mar opa nyada ada, setelah itu saksi bersama bpk. Son Tampoli menuju rumah korban alm. Irianto Genggang dan melihat di arah pentilasi jendela kamar korban dan bpk. Son Tampoli mengatakan kepada saksi bahwa opa so mati karena so babou busuk deng so banyak lalat yang keluar dari pentilasi jendela kamar korban. Setelah itu bpk. Son Tampoli manggil kakak korban a.n. bpk. Semuel Genggang untuk membuka pintu rumah korban walau harus di dobrak secara paksa, setelah bpk. Son Tampoli dan bpk. Semuel Genggang sampai di rumah korban langsung membuka pintu rumah bagian depan dan ternyata pintu rumah korban tidak di kunci dari dalam dan bpk. Son Tampoli dan bpk. Jemly Genggang ( anak dari kakak korban ) langsung masuk ke dalam rumah dan mendapati korban sudah meninggal dunia diatas tempat tidur dengan posisi badan korban terlentang tangan menghadap ke atas dan kaki terulur ke lantai karena kaki korban tidak berada di atas tempat tidur.
Sementara itu saksi Lelaki Oskar Tampoli
49 tahun Pekerjaan : Petani Alamat : Dusun III Desa Kalongan Kec. Kalongan Kab. Kepl. Talaud Menerangkan bahwa korban meninggal dunia karena sakit dan korban sudah dilakukan pemeriksaan oleh pihak medis dari Puskesmas Kalongan dalam hal ini diperiksa oleh dr. Irine Darmasudjono dan korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, perlawanan dan kemungkinan besar korban meninggal dunia karena sakit jantung, karena korban ada riwayat sakit jantung, paru-paru dan asam lambung dan keluarga korban sudah menerima kematian korban bahwa korban meninggal dunia secara wajar dan pihak keluarga menerima dengan ikhas atas kematian korban dan keluarga menolak untuk dilakulan Otopsi.

Kapolsek menjelaskan juga bahwa dari Hasil pemeriksaan medis Puskesmas Kalongan dr. Irine Darmasudjono setelah dilakukan pemeriksaan luar terhadap tubuh korban, bahwa korban tidak di temukan tanda-tanda kekerasan, perlawanan dan kemungkinan besar korban meninggal karena sakit jantung karena korban ada riwayat sakit jantung, paru-paru dan asam lambung dan di perkirahkan korban meninggal dunia sekitar 2-3 ( dua s/d tiga ) hari yang lalu.
Dan pada hari ini juga, pada pukul : 13.50 wita dilaksanakan ibadah pemakanan secara singkat mengingat tubuh korban sudah mengeluarkan bau busuk.
Tindakan Kepolisian yang di ambil Mendatangi TKP, Mengumpulkan keterangan saksi-saksi dan Membuat permintaan Visum Et Repertum.
























Komentar