Pertama di Sulut, Desa Talawaan Percontohan Kampung Sehat Sadar Miras

Suluttimes.com, AIRMADIDI – Berbagai terobosan terus dilakukan Polres Minahasa Utara (Minut) bukan hanya dari sektor hukum, melainkan merambah sektor ekonomi dalam memberikan rasa aman serta kenyamanan bagi warga masyarakat.

Betapa tidak, selain membangun Desa Tangguh, kini kolaborasi antara Polres Minahasa Utara bersama Pemerintah Desa Talawaan dalam mengolah Cap Tikus menjadi hand sanitizer.

Progres ini mendapat apresiasi langsung dari Kapolda IrJen Pol. Drs Nana Sudjana saat menghadiri pencanangan Kampung Sehat sadar Miras (Minuman Keras) di Desa Talawaan, Kecamatan Talawaan, Rabu (03/05/21).

Tak tanggung-tanggung, orang nomor 1 dijajaran Kepolisian Sulawesi Utara bahkan menjadikan Desa Talawaan sebagai pilot projeck (Percontohan) ‘Kampung Sehat Sadar Miras’.

Kapolda mengakui, berdasarkan data medio Januari hingga April 2021, tingkat kriminal yang terjadi di Provinsi Sulawesi Utara sebagian besar karena pengaruh Miras.
Untuk itu pihaknya sangat mengapreseasi terobosan yang dilakukan Polres Minahasa Utara bersama Pemdes Talawaan yang mengolah cap tikus menjadi hand sanitizer. “Selain memiliki nilai ekonomis, juga bisa membantu pemerintah dalam menekan penyebaran Covid-19 melaui penyediaan hand sanitizer sebagai alat pelindung diri,” terang Kapolda.

Baca Juga  Sulut 502 Kasus Positif, Manado 177 Kasus

Ditegaskan Nana Sudjana, Desa Talawaan merupakan desa pertama yang dicanangkan sebagai kampung sehat sadar Miras di Sulut. “Terobosan yang dilakukan pemerintah Desa bersama Polres Minut serta Forkopimda yang mengolah cap tikus menjadi menjadi hand sanitizer dan nira menjadi gula merah tak hanya bernilai ekonomis juga membantu dalam menekan angka kriminalitas.” sebut Kapolda.

Dengan dicanangkannya Desa Talawaan sebagai percontohan kampung sehat sadar Miras.
Kapolda mengajak seluruh petani aren di Sulawesi Utara untuk belajar pengolahan nira di Desa Talawaan yang bisa memberikan manfaat dan bernilai ekonomis tinggi.

Mendapat pujian dari Kapolda tak membuat Kapolres Minahasa Utara AKBP. Grace Rahakbau SIK.M.Si jumawa.
Srikandi yang dikenal ramah dan dekat dengan insan pers ini menuturkan bahwa, kerjasama antara Polres Minut dengan Pemdes Wanua Talawaan ini merupakan upaya prepentif atau pencegahan terhadap penyebaran Miras, sekaligus memberikan solusi bagi petani aren yang kehidupannya hanya bergantung pada hasil olahan nira.

Baca Juga  Sasaran Tukang Ojek, Bantuan ODSK Kembali Disalurkan

“Dengan menjadikan cap tikus menjadi hand sanitizer yang wangi dan lembab, bisa memberikan income lebih bagi petani aren dibanding dijual ke warung-warung dalam bentuk cap tikus maupun nira. Ini merupakan salah satu upaya dalam menekan penyebaran miras sekaligus mendorong peningkatan ekonomi petani nira.” terang Rahakbau, sembari
menambahkan, selain Desa Talawaan, pihaknya sudah membidik beberapa Desa lainnya di Minahasa Utara untuk menjadikan ‘Kampung Sadar Miras sebagaimana yang dilakukan pemeritah Desa Talawaan.

Kapolres juga memberikan apreseasi kepada PT. MSM yang telah memberikan bantuan kepada pemerintah Talawaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Turut hadir dalam pencanganan tersebut, Sekretaris Daerah Ir. Jimmy Kuhu, Ketua DPRD Minut Denny Lolong S.Sos, Kajari Minut Fanny Widyastuti SH MH, Dandim 1310 Bitung Letkol Inf Benny Lesmana, Presdir PT.MSM-TNT David Sompie, Perwira Penghubung Mayor Inf Jemmy Lotulung, asisten I dr. Jane Simons, Camat Talawaan Ruben Lengkong, Camat Dimembe Ansye Dengah serta para petani, tokoh agama dan tokoh masyarakat yang ada di Kecamatan Talawaan. (dw/st)

Baca Juga  Raker Komite II DPD RI-Menteri LHK RI, Senator SBANL Menjembatani Usulan Program Strategis

(Visited 44 times, 1 visits today)

Komentar