Pertumbuhan Ekspor Sulut Pacu Surplus Perdagangan Hingga US$71,28 Juta

Oleh: Ronald Ginting

Sulut Times, Manado – Ekspor Sulawesi Utara masih cukup baik performanya, meskipun berada di tengah ancaman pandemi covid-19. Terbukti, Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara (Sulut) mencatat nilai ekspor nonmigas Sulawesi Utara pada Maret 2020 mengalami kenaikan
nilai FOB sebesar 34,85% dibandingkan Februari 2020 yang senilai US$58,92 juta.

Secara year on year juga sama dengan secara month to month yang mengalami pertumbuhan. Nah, secara year on year, ekspor Sulut meningkat 15,48%.

Kepala BPS Sulut Ateng Hartono berujar komoditi ekspor pada bulan ini masih tetap didominasi oleh minyak dan Lemak nabati (HS 15). “Komoditas ekspor nonmigas terbesar pada Maret 2020 diduduki oleh lemak dan minyak hewan/nabati, senilai US$36,52 juta atau 45,96% dari total ekspor,” jelas Ateng, Sabtu (18/4).

Baca Juga  Tunawisma dan Orang Tidak Waras Berhak Disensus

Negara tujuan ekspor nonmigas terbesar
Sulawesi Utara pada Maret 2020 adalah
Amerika Serikat dengan besaran nominal sampai dengan US$15,08 juta. “Produk yang paling banyak diekspor ke negara tersebut adalah lemak dan minyak hewan/nabati/ animal or vegt fats and oils,” tambah Ateng.

Berbeda dengan ekspor, nilai impor Sulawesi Utara pada Maret 2020 menurun dibandingkan bulan sebelumnya dengan penurunan sekitar 62,54%. Hal ini sejalan bila dibandingkan dengan nilainya di Maret 2019, mengalami penurunan sebesar 28,01%.

“Komoditas impor terbesar adalah Bahan Bakar Mineral, senilai US$7,53 juta atau secara presentase sebanyak 92,09% dari total impor,” papar dia.

Singapura menjadi negara pemasok terbesar komoditi impor untuk
Sulawesi Utara sepanjang Maret kemarin, yaitu sebesar 62,65%. Adapun komoditas yang dibeli dari negara tersebut ada 7 komoditi, dan yang dominan adalah Bahan Bakar Mineral.

Baca Juga  Libur Natal, Masyarakat Konsumsi BBM Berkualitas, Penjualan Pertamax Naik 46 %

Dari angka ekspor dan impor tersebut, nilai neraca perdagangan Sulawesi Utara pada Maret lalu mengalami surplus US$71,28 juta.

“Nilai ini mengalami kenaikan dibandingkan kondisi bulan sebelumnya yang tercatat senilai US$37,08 juta,” tukas dia. (gtg)

(Visited 59 times, 1 visits today)

Posting Terkait

Baca Juga

Komentar