Suluttimes.com, MANADO – Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna) Pengurus Daerah Sulawesi Utara mulai mematangkan agenda Focus Group Discussion (FGD) dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2026 yang akan digelar Senin, 19 Oktober 2026, di Gedung Aula Pemerintah Kota Manado.
Mengusung tema “Sinergi Gereja dan Penguatan Ketahanan Sosial Kemasyarakatan”, kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat kolaborasi antara gereja, pemerintah, dan elemen masyarakat dalam merespons berbagai persoalan sosial di Sulawesi Utara.
Ketua Panitia Pelaksana, Alfeyn Gilingan, mengatakan panitia terus melakukan berbagai persiapan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Persiapan tersebut meliputi rapat koordinasi hingga pengecekan lokasi pelaksanaan.
“Kami terus bekerja menyiapkan segala kebutuhan acara pelaksanaan FGD dan Rakerda Pewarna Sulut,” ujar Alfeyn.
Sementara itu, Ketua PD Pewarna Sulut, Sisco Manossoh, menjelaskan bahwa seluruh persiapan teknis telah dipercayakan kepada panitia pelaksana. Menurutnya, Rakerda merupakan agenda tahunan organisasi yang penting untuk mengevaluasi program kerja sebelumnya sekaligus merumuskan rencana kegiatan untuk tahun 2027.
Rakerda tersebut juga akan melibatkan pengurus cabang Pewarna dari kabupaten dan kota se-Sulawesi Utara sebagai bagian dari upaya menyelaraskan program organisasi ke depan.
“Rakerda ini untuk mengevaluasi program yang sudah dilaksanakan pada tahun sebelumnya dan menyusun program baru yang akan dijalankan pada tahun selanjutnya,” kata Manossoh.
Selain Rakerda, kegiatan FGD akan menghadirkan unsur pemerintah, tokoh gereja, serta pemerhati sosial untuk membahas berbagai fenomena sosial yang berkembang di lingkungan gereja dan masyarakat.
Manossoh berharap diskusi tersebut tidak hanya menjadi ruang bertukar pandangan, tetapi juga menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah dan pimpinan gereja dalam mengambil langkah strategis.
“Apa yang menjadi hasil dalam diskusi ini nantinya akan menjadi rekomendasi yang disampaikan kepada pemerintah maupun pimpinan gereja,” ungkapnya.
Ia menambahkan, rekomendasi yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi solusi dalam merespons dinamika dan gejolak sosial sekaligus memperkuat ketahanan sosial kemasyarakatan di Sulawesi Utara.
Melalui pelaksanaan FGD dan Rakerda 2026, Pewarna Sulut berharap terbangun sinergi yang lebih kuat antara organisasi, pemerintah, gereja, dan masyarakat dalam mendukung terciptanya kehidupan sosial yang harmonis dan berdaya tahan.(dw/st)


























Komentar