Sulut Times, Tahuna : Polres Kepulauan Sangihe Siaga Pascagempa M 7,7, Pastikan Situasi Kondusif dan Tidak Ada Korban Jiwa
Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Sangihe bergerak cepat melakukan penanganan dan pemantauan pascagempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 yang berpusat di wilayah Mindanao, Filipina, dan sempat berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Senin (8/6/2026).
Gempa yang terjadi pada pukul 07.47 WITA tersebut dirasakan di sejumlah wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe dan menyebabkan kerusakan pada rumah warga, rumah ibadah, fasilitas pendidikan, serta beberapa bangunan umum yang tersebar di sejumlah kecamatan, mulai dari Tahuna, Kendahe, Tabukan Utara, Kepulauan Marore, Tabukan Tengah, Tabukan Selatan, Manganitu, Tamako hingga Manganitu Selatan.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Polres Kepulauan Sangihe bersama jajaran Polsek langsung turun ke lapangan melakukan patroli, monitoring dampak gempa, serta pemantauan wilayah pesisir guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya gelombang tsunami.
Kapolres Kepulauan Sangihe AKBP Abdul Kholik mengatakan, pihaknya sejak awal telah mengerahkan personel untuk memastikan kondisi masyarakat tetap aman sekaligus memberikan rasa tenang kepada warga yang sempat khawatir akibat peringatan dini tsunami.
“Personel Polres dan Polsek jajaran langsung melakukan patroli serta monitoring di wilayah terdampak, termasuk kawasan pesisir dan lokasi pengungsian.
Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait untuk memantau perkembangan situasi pascagempa,” ujar AKBP Abdul Kholik.
Selain melakukan pemantauan, kepolisian juga aktif memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak panik dan tetap mengikuti informasi resmi dari pemerintah maupun BMKG.
Langkah ini dilakukan untuk mencegah munculnya informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Kapolres menambahkan, hingga peringatan dini tsunami dinyatakan berakhir oleh BMKG pada pukul 10.15 WIB, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe tetap dalam kondisi aman dan terkendali.
“Berdasarkan hasil pendataan sementara, memang terdapat sejumlah bangunan rumah warga, rumah ibadah, sekolah dan fasilitas umum yang mengalami kerusakan. Namun yang patut disyukuri, hingga saat ini tidak terdapat korban jiwa akibat peristiwa gempa tersebut,” jelasnya.
AKBP Abdul Kholik juga memastikan bahwa jajaran Polres Kepulauan Sangihe akan terus melakukan pemantauan di lokasi terdampak serta mendukung langkah-langkah penanganan yang dilakukan pemerintah daerah untuk membantu masyarakat yang mengalami kerugian akibat bencana tersebut.
“Sampai saat ini situasi wilayah hukum Polres Kepulauan Sangihe masih kondusif dan terkendali.
Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, namun tidak perlu panik dan selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG maupun pemerintah,” pungkas Kapolres.
((Jack Latjandu)).




















Komentar