Penghargaan PROPER Emas Tahun 2021 hanya diberikan kepada 47 Perusahaan di Indonesia, salah satunya adalah DPPU Hasanuddin yang merupakan perusahaan pertama di Sulawesi yang berhasil meraih penghargaan tertinggi tersebut. Penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Ma’ruf Amin dan diterima oleh Operation Head DPPU Hasanuddin Yudho Wibowo di Istana Wakil Presiden, Selasa (28/12).
Executive GM Patra Niaga Regional Sulawesi Agus Dwi Jatmoko saat dimintai keterangan setelah menerima penghargaan tersebut mengatakan raihan ini sebagai bukti bahwa CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi tidak hanya sekedar charity memberikan donasi/bantuan kemudian selesai. Namun programnya lebih kearah inovasi sosial yang dilakukan melalui social mapping yang terukur, riset terhadap inovasi sosial yang mendapatkan afirmasi beberapa universitas dan balai teknologi serta hubungan baik dengan masyarakat sehingga menciptakan creating shared value (CSV). “Ini sebagai pengakuan publik dan pemerintah bahwa CSR kami ’bukan kaleng-kaleng’” ujar Agus.
Terpisah Plt Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman memberikan apresiasi kepada Pertamina DPPU Hasanuddin yang berhasil mencatat rekor sebagai perusahaan Pertama Peraih PROPER Emas di wilayahnya. Pihaknya melalui Badan Lingkungan Hidup & Kehutanan Provinsi senantiasa mendorong seluruh perusahaan untuk bisa seperti apa yang telah dilakukan Pertamina sehingga tercipta pembangunan yang berwawasan lingkungan. “Saya atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sangat bangga dan mengucapkan selamat kepada Pertamina DPPU Hasanuddin sebagai perusahaan peraih PROPER Emas pertama di Sulawesi Selatan, semoga raihan ini dapat mendorong kearah Sulsel lebih baik dan dapat ditiru oleh Perusahaan lain disini,” tandas pria kelahiran Bone ini.
Pakan Sinbiotik Atasi Keresahan Petani Udang Windu
Capaian PROPER Emas tahun ini diakibatkan oleh program unggulan DPPU Hasanudin yakni penemuan Pakan Sinbiotik yang telah berhasil menggerakkan pola budidaya ramah lingkungan dan menambah nilai ekonomi untuk beberapa petambak udang dan peternak di Sulsel.
Program tersebut awalnya diinisiasi oleh DPPU Hasanuddin pada 2018 dengan melakukan serangkaian riset untuk mencoba mencampurkan bakteri probiotik pada oil catcher untuk mengurangi pencemaran minyak dan lemak dengan mikroorganisme.





























Komentar