Rambah Sektor Pangan, Perusahaan Tiongkok Buka Pabrik Kelapa di Morowali

Sulut Times, MOROWALI : Ekosistem industri di Kabupaten Morowali kini mulai merambah sektor pangan dan perkebunan. PT FreeNow Food Industry, anak perusahaan asal Tiongkok di bawah Zhejiang Group, resmi mengoperasikan pabrik pengolahan makanan berbasis kelapa.

Langkah ini menandai diversifikasi investasi di kawasan yang selama ini identik dengan hilirisasi nikel.

​Peresmian fasilitas produksi ini dihadiri oleh jajaran direksi Zhejiang Group, termasuk Direktur Zhenshi Group Wang Yuan, serta perwakilan pemerintah pusat dan daerah. Sebelum berekspansi ke Indonesia, FreeNow telah mengoperasikan lima pabrik dengan 19 lini produksi di Tiongkok.

Integrasi pabrik baru di Morowali ini diproyeksikan mendongkrak total kapasitas produksi perusahaan hingga 84.000 ton per tahun.

Baca Juga  Dialog Forkopimda Elemen Masyarakat Kapolda Sulut Kejadian di Minahasa Tenggara Kriminal Murni

​Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyatakan bahwa pemerintah mendorong hilirisasi di luar sektor pertambangan, khususnya komoditas pertanian dan perkebunan, guna memberikan nilai tambah domestik.

​”Kehadiran FreeNow diharapkan ikut memperkuat ekosistem industri kelapa di Indonesia. Kita membuka peluang bagi semua investor dari berbagai sektor untuk dapat tumbuh bersama,” kata Rosan melalui sambungan video.

​Sementara itu, Kepala Bidang Fasilitas Kanwil Bea Cukai Sulbagtara Adeltus Lolok menyoroti peningkatan keragaman industri di kawasan tersebut. Dari sekitar 90 perusahaan yang beroperasi di Morowali, 49 di antaranya telah memanfaatkan fasilitas Kawasan Berikat Bea Cukai untuk mendukung efisiensi efisiensi rantai pasok dan perdagangan lintas negara.

​”Morowali sekarang bukan hanya soal nikel, melainkan menarik sektor yang berbeda seperti industri makanan. Fasilitasi kepabeanan terbukti menjadi magnet bagi investasi yang beragam,” tutur Adeltus.

Baca Juga  BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bagi Sulut, Minut Waspada

​Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, dalam sambutan yang dibacakan Asisten Bidang Perekonomian Abdul Raaf Malik, menyambut positif operasional FreeNow. Pemerintah daerah berharap masuknya industri pengolahan kelapa ini dapat menciptakan multiplier effect—mulai dari penyerapan tenaga kerja lokal, penguatan logistik, hingga pemberdayaan rantai pasok bahan baku pertanian setempat.

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar

Berita terkait