Suluttimes.com, AIRMADIDI – Reses anggota DPRD Minut, Paulus Sundalangi mengambil lokasi di Jaga IX, Desa Matungkas, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Sabtu (26/08/23).
Bertatap muka dengan ratusan warga, juga dihadiri Kumtua Desa Matungkas Novieta Tangkudung, perangkat Desa, tokoh masyarakat, tokoh agama serta sejumlah Kepala Jaga.
Sejumlah usulan dari masyarakat soal penerangan jalan, perbaikan drynase, jalan paving (lorong), termasuk masalah Kesejahteraan perangkat Desa.
Yang menarik disampaikan Lesly Mamentu warga Jaga IX, pertanyakan Tempat Pemakaman Umum (TPU) khususnya bagi warga Perum.
Menurutnya, yang menempati ribuan rumah subsidi yang dibangun puluhan pengembang, bahkan sementara membangun justru didominasi warga di luar Desa Matungkas, Minut, bahkan diperkirakan setengahnya sudah menetap dan menjadi warga.
Melihat kondisi ini, Mamentu mengusulkan kepada Paulus Sundalangi notabene anggota DPRD Minut yang duduk di Komisi III membidangi Keuangan dan Kesejahteraan untuk mencarikan solusi TPU, khususnya bagi warga yang tinggal di Perumahan.
“Bertambahnya perum sama halnya bertambahnya jumlah penduduk, sehingga pihak Developer tidak bisa mengabaikan persoalan ini. Artinya bukan sekedar tanggung jawab pemerintah saja,” sentil Mamentu.
Selain TPU, Lesly Mamentu juga menyoroti pontensi air bersih di sejumlah perum yang difasilitasi Developer dengan dibangunnya bor air (Pompa). Konon setelah kelar perum, sepertinya warga akan diperhadapkan dengan persoalan baru soal pengelolaan air bersih.
“Ini pengalaman. Setelah proyek kelar, developer mungkin saja akan angkat kaki dari lokasi. Sekiranya akan dikelola warga Perum, bagaimana akses untuk mendapatkan suplai air dari PDAM,” tanya Mamentu berharap ada solusi dari Sundalangi notabene anggota Fraksi NasDem Dekab Minut.
Permasalah yang menjadi aspirasi masyarakat sebut pak Poltje sapaan akrab Sundalangi menjadi cacatan.
Menurutnya hasil reses ini akan dibahas dalam rapat bersama di DPRD, termasuk dengan mitra eksekutif.
Sementara soal TPU menurut
Kumtua Novieta Tangkudung juga menjadi perhatian Pemerintah Desa Matungkas.
“Sedikitnya ada belasan pengembang yang berinvestasi khusus di Desa Matungkas. Kami berharap ada kebijakan pengusaha atau pihak developer betul-betul tidak mengabaikan masalah ini. Ini menjadi tanggung jawab bersama, tanggung jawab kita semua,” ujar Kumtua Pnt Novieta Tangkudung. (dw/st)

























Komentar