Suluttimes.com, AIRMADIDI –
Anggota DPRD Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Rimalda Tiloli S.Pd mengapresiasi sistem pengelolaan sampah, berdampak baik dalam meningkatkan ekonomi masyarakat yang ada di Minahasa Utara.
Hal ini disampaikan Rimalda saat menghadiri kegiatan Hari Perduli Sampah Nasional (HPSN) 2025 yang diselenggarakan oleh Bank Sampah Induk di Desa Wisata Tumaluntung, Jumat (21/02/25).
“Ternyata sampah-sampah ini ada nilai tambah, sangat bermanfaat jika diolah dengan baik, sangat menghasilkan guna meningkatkan tambahan ekonomi di masyarakat,” ujar Alda sapaan akrab puteri pengusaha sukses di Minut.
Kegiatan ini juga dihadiri Camat Kauditan Vilma Antoni, Kumtua Tumaluntung Richard Kamagi, Kepala Dinas Syahbandar AL, perwakilan RS AL Bitung, perwakilan komandan satuan patroli AL, PLN Suluttenggo, rumah BUMN Minut, perwakilan Club, pemerintah serta masuarakat Desa Tumaluntung, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara.
“Selaku perwakilan masyarakat, juga sebagai anggota DPRD tentunya sangat mensuport apapun kegiatan positif yang bersentuhan dengan masyarakat. Dan ternyata kegiatan ini sangat berdampak baik untuk masyarakat yang ada di Minahasa Utara. Sampah-sampah ini jika diolah dengan benar bisa menghasilkan bagi peningkatan ekonomi,” terang Bendahara DPC Partai Demokrat Minut.
Alda mengatakan kegiatan seperti ini bisa mengurangi limbah yang ada di lingkungan.
Dia berharap di setiap Desa bisa memiliki bank sampah, nantinya sampah-sampah itu diolah.
Disebutkan, program atau kegiatan seperti ini bisa meluas di Minahasa Utara, sebab menurutnya sekarang sudah ada bank sampah, dan bank sampah ada nilainya jadi jangan membuang sampah sembarangan, pergilah ke bank sampah dan bawa sampah untuk diolah menurut jenis sampah.
“Sebagai anggota Dewan Perwakilan Kecamatan Kema-Kauditan, ada keinginan membuat bank sampah, itu tujuan dan keinginan sebelum menjabat sebagai anggota DPRD. Seperti mengumpulkan sampah yang ada di laut dan pantai.
Kedepannya kami akan bekerja sama dengan bank sampah induk untuk membangun bank sampah di Kema terlebih khusus Kema 3,” tutup Alda Tiloli. (dw/st)


























Komentar