Suluttimes.com, AIRMADIDI – Owner atau pemilik usaha ‘Tahu Balap’, Nurul Hencon mengapresiasi kegiatan ‘Jumat Berkat’ yang digagas Polres Minut.
Diakui Nurul, bertatap muka langsung dengan masyarakat sebagaimana program ‘Jumat Berkat’ saat ini dijalankan oleh jajaran Polsek Dimembe perlu mendapat dukungan semua pihak.
“Baru kali ini, tempat kami dikunjungi bapak-bapak polisi. Apalagi dipimpin langsung komandannya (Kapolsek Dimembe, red). Jujur, kami sangat berterima kasih,” ujar owner pabrik tahu balap saat menyambut Kapolsek Iptu Fadhly,S.TrK, MH didampingi Wakapolsek Ipda Edward serta Kanit SPKT I Aiptu Kumayas, Jumat (24/02/23).
Dikesempatan itu, Kapolsek Dimembe Iptu Fadhly,S.TrK, MH menjelaskan program-program Polres Minut, lebih khusus di wilayah hukum Polsek Dimembe.
Dijelaskan Fadhly sapaan akrab Kapolsek, program ‘Jumat Berkat’ merupakan salah satu bentuk giat Kepolisian untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat, sekaligus untuk mendengar keluhan masyarakat baik kritik ataupun saran tentang sitkamtibmas.
Halnya, akun-akun resmi (medsos) bersama nomor telepon, guna memudahkan masyarakat melapor atau memberikan informasi ke kepolisian, termasuk masalah Kamtibmas pada pelaksanaan Pemilu 2024 mendatang.
“Kegiatan bertemu masyarakat ‘Jumat Berkat’ bisa dimana saja. Termasuk di lokasi ini, tujuannya antara lain kami ingin mendengar langsung masalah Kamtibmas dari bapak-bapak atau karyawan disini. Apapun informasi yang kami kumpulkan setidaknya akan membatu tugas-tugas kami kedepan lebih baik lagi, khususnya di wilayah hukum Polsek Dimembe,” ujar Kapolsek.
Lanjut Nurul Hencon, usaha tahu ini sebelumnya berlokasi di Desa Kolongan, Kecamatan Kalawat. Sekarang pabrik sudah pindah di Desa Tetey, Jaga II, Kecamatan Talawaan, Kecamatan Dimembe.
“Dalam hal keamanan, sampai saat ini tidak ada hal-hal yang mengganggu, berjalan lancar dan aman. Usaha kami sudah cukup lama beroperasi yang sebelumnya di Desa Kolongan kemudian pindah ke Desa Tetey. Untuk pemasaran sudah mempunyai langganan tetap, termasuk soal pasokan bahan bakunya kami juga sudah punya langganan tetap,” urai owner pabrik tahu balap.
Semantara bapak Nasroewih, salah satu karyawan memberi masukan soal penerangan, tidak ada lampu jalan memasuki Jaga II. “Pada malam hari terlaku gelap, perlu ada lampu jalan,” sebut Nasroewih ikut mengapresiasi jajaran Polsek Dimeme, antara lain soal kegiatan patroli hingga lokasi produksi pun dirasakan aman sampai saat ini.
Kapolsek Dimembe Iptu Fadhly,S.TrK, MH juga berharap, pemilik usaha berserta karyawan yang ada bisa bersosialisasi dengan masyarakat sekitar, ikut memantau program-program yang dijalankan Pemerintah Desa Tetey.
“Bersosialisasi dengan masyarakat disekitar pabrik juga sangat perlu dilakukan, sehingga terwujud kerukunan antar sesama. Dengan demikian dapat menciptakan suasana bermasyarakat yang lebih harmonis. Sementara usulan lampu jalan, nanti kami coba koordinasikan dengan Kumtua Desa Tetey. Saya kira ini masukan yang baik,” timpal Kapolsek diiyakan Wakapolsek dan Kanit SPKT
saat berdialog dengan para karyawan dan pemilik usaha. (dw/st)

























Komentar