Suluttimes.com, AIRMADIDI – Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Utara (Sekda Minut), Ir Novly Wowiling MSi menegaskan bahwa momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), sekaligus refleksi memperkuat komitmen pemerintah berperan aktif memajukan sektor pendidikan serta menghormati jasa para tokoh pendidikan nasional yang telah berkontribusi mencerdaskan kehidupan bangsa.
Jalur pendidikan ini dinilai sangat penting bagi seluruh elemen masyarakat tentang besarnya peran pendidikan dalam menciptakan sumber daya manusia (sdm) yang berkualitas dan mampu bersaing di masa depan.
Pendidikan juga memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi muda yang unggul, berkarakter, serta siap menghadapi berbagai tantangan zaman.
Hal ini disampaikan Sekda Novly Wowiling mewakili bupati Minut dalam Upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-118, lingkup jajaran Pemkab Minut, Senin (04/05/26).
Dalam membacakan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia disampaikan bahwa Pendidikan sebagai proses yang dilaksanakan secara tulus, penuh kasih sayang, dan bertujuan memanusiakan manusia melalui pengembangan potensi serta karakter peserta didik,
“Momentum Hari Pendidikan Nasional ingin merefleksi dan memperkuat komitmen pemerintah, apalagi Bupati Joune Ganda begitu konsen melalui program-program guna memajukan sektor pendidikan, demi kemajuan pendidikan di Kabupaten Minahasa Utara,” sebut Sekda Wowiling.
Dalam sambutan Menteri, juga ditekankan peran penting dalam membangun sumber daya manusia (sdm) Indonesia yang unggul, kuat dan tangguh sesuai dengan visi pembangunan nasional.
Untuk tujuan tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah menerapkan pendekatan Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning sebagai program prioritas dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional.
“Pemerintah telah menetapkan lima kebijakan strategis dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan yakni Pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan serta digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, penguatan karakter peserta didik, peningkatan kualitas pembelajaran melalui literasi dan numerasi, serta perluasan akses pendidikan yang mudah dan inklusif bagi seluruh masyarakat,” beber Sekda. (dw/st)

























Komentar