Singkirkan Ribuan Desa-Kelurahan se-Indonesia, Desa Kawangkoan Terpilih Desa “Cantik”

Suluttimes.com, AIRMADIDI – Luar biasa ??? sedikitnya 74.957 Desa dan Kelurahan se Indonesia diseleksi.
Desa Kawangkoan, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara (Minut) menjadi satu dari 100 Desa yang terpilih dan ditetapkan sebagai Desa Cinta Statistik (Desa Cantik).

Hal ini dibuktikan dengan surat keputusan Kepala BPS nomor 130 tahun 2021 tentang ‘Program Percepatan Pembinaan Statistik Sektoral’.

Desa Kawangkoan dengan luas 3,11 kilo meter persegi, sebagian besar penduduknya didominasi petani, berhasil menyisihkan ribuan Desa dan Kelurahan lainnya dengan capaian pengisian data sensus penduduk secara online 2020 dengan jumlah responden hingga 96 persen.

Acara pencanangan Desa Cantik disahkan Bupati Joune Ganda SE didampingi Wakil Bupati Kevin Lotulung SH MH, dan dihadiri Kepala BPS Sulut Asim Saputra, Kepala BPS Minut Ir Royke Rawung, Sekda Ir Jemmy Kuhu.MM berlangsung, Kamis (06/05/21).

Baca Juga  Sidang Paripurna HUT Minut ke-18, Delon Akui Kemajuan Minut Secara Bertahap Ada Peningkatan

Ini suatu kebanggaan bagi Minahasa Utara sebut Bupati Joune Ganda mengapresiasi dicanangkannya Desa Kawangkoan sebagai desa Cantik atau desa cinta statistik.
Ini dijadikan contoh bagi Desa-Desa lainnya, apabila semua Desa sudah menjadi Desa cantik, maka informasi yang akan diperoleh lebih akurat.

“Bayangkan 100 dari 74.957 Desa/ Kelurahan se Indonesia, jadi ini luar biasa. Pencanangan Desa Kawangkoan sebagai Desa Cantik tentunya akan menjadi tonggak dan pendorong bagi pembangunan Desa yang berkelanjutan sesuai dengan target SDG’s (Sustainable Development Goals) Desa,” tegas JG sapaan akrab bupati Minut.

JG berharap, semua Desa di Minut proaktif dalam pendataan, bekerja sama dengan BPS. “Halnya seluruh OPD dan Dinas terkait lebih fokus terhadap data administasi agar tidak tumpang tindih. Semua informasi harus sama, akurat dan dapat dipertanggung jawabkan. Bukan hanya data penduduk, tapi soal perkerjaan, usaha, ekonomi, bidang apa saja, atau di Desa sudah atau belum menerima bantuan seperti irigasi, penerangan, daerah rawan bencana, jadi semua harus detail,” imbuh bupati.

Baca Juga  Bawaslu Minut Awasi Penyortiran Surat Suara

Sementara Kepala BPS Sulut, Asim Saputra S.ST, M.Ec, mengatakan program cinta stastik yang perlu diingat adalah bagaimana persoalan pengumpulan data. “Pendataan potensi Desa dilakukan di Desa. Semua data yang dikumpulkan muaranya sama dan singkron. Kita akan mengumpulkan data dengan standar karektaristik yang jelas, kami ingin membedakan kepala Desa dan konsep penduduk,” ujarnya.

“Kami ingin aparat desa memahami begitu pentingnya data. Karena data adalah pelita pembangunan. Ada data berbeda dari Disdukcapil, tapi seluruhnya sudah berbasis NIK, kami berkomunikasi bersama-sama membangun data Desa sehingga bisa terintegrasi,” tambah Asim Saputra.

Dikesempatan yang sama, Hukum Tua Desa Kawangkoan Eske FT Dendeng mengutarakan, Pemerintah Desa Kawangkoan mengucapkan syukur karena hari ini boleh dicanangkan Desa Cantik.

Baca Juga  Awali Serbuan Vaksinasi, Personil Tentara Langit Samratulangi di Rapid Test

“Masyarakat sangat peduli terhadap para pendata untuk datang di tiap-tiap jaga, mereka semua menerima dengan penuh sukacita dan senang memberikan data-data secara transparan. Kepala Jaga juga proaktif door to door turun langsung di masyarakat untuk mendata mengadakan pendataan keluarga,” pungkasnya.

“Kami sangat berterima kasih pada pak Bupati dan pak Wakil Bupati boleh hadir di Desa Kawangkoan. Seluruh aparatur Pemerintah Desa, BPD, tokoh-tokoh masyarakat dan toko agama, kami bersama-sama menunjang program pendataan Desa Cantik,” kuncinya. (dw/st)

(Visited 28 times, 1 visits today)

Komentar