Tiga Tahun Terakhir,Angka Pengangguran Minut Turun

Suluttimes.com, AIRMADIDI – Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) dinakhodai DR Vonnie Anneke Panambunan STh berusaha memerangi pengangguran, sehingga perlu mendapat apresiasi.
Buktinya, tiga tahun terakhir memperlihatkan angka penurunan, notabene mempengaruhi tingkat kemiskinan bagi masyarakat di Minahasa Utara.

Sebagaimana disebutkan asisten II Bidang Pembangunan dan Perekonomian Pemkab Minut, Drs Allan Mingkid, sesuai data BPS Kabupaten Minahasa Utara berada di peringkat 7 Kabupaten-Kota di Sulut. “Angka pengangguran Minut setiap tahunnya mengalami penurunan. Turunnya angka pengangguran jelas berdampak terhadap tingkat kemiskinan,” sebut Allan Mingkid.

Mingkid mengatakan selain angka pengangguran, angka kemiskinan di tahun 2019 juga mengalami penurunan, sekarang 6,75 persen, dibandingkan tahun 2018 silam berada pada 7,46 persen.
Sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Minahasa Utara berada pada posisi kelima (5) dari semua Kabupaten/Kota di Sulut dengan angka 73, 95 persen.
Sebagaimana dirangkum dari Badan Pusat Stastik (BPS) Minut, angka pengangguran di Kabupaten Minahasa Utara setiap tahun turun drastis.
Sebut saja tahun 2017 angka pengangguran berada di kisaran 9.84 persen. Di tahun 2018 turun menjadi 6.72 persen. Kemudian pada tahun 2019 kembali alami penurunan hingga mencapai angka 5,01 persen.

Baca Juga  Pemprov Sulut Gairahkan Citra UMKM


Senada Bupati Minahasa DR Vonnie Anneke Panambunan mengapresiasi pihak BPS telah menyajikan data tentang keberadaan Minahasa Utara yang sebenarnya. Data ini tentunya sangat berpengaruh terhadap tingkat pertumbuhan ekonomi di tahun 2020. “Saya bersyukur dan berterima kasih kepada BPS, data ini penting sebagai bahan evaluasi guna perbaikan kedepan. Pertumbuhan ekonomi jelas berdampak langsung terhadap masyarakat, baik dari sisi pengangguran, juga dalam penanggulangan kemiskinan,” sebut VAP sapaan akrab bupati.

Menurut Bupati VAP, saat ini berbagai kesempatan lapangan kerja yakni pembangunan tenaga listrik di Kema, tenaga Surya di Likupang, dan sejumlah perhotelan dan restoran di wilayah Minut yang semuanya menyedot tenaga kerja dari Minut. “Apalagi Minut oleh pemerintah pusat dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata, sudah pasti akan menyerap banyak tenaga kerja,” kunci bakal calon gubernur Sulut. (st/dw)

(Visited 34 times, 1 visits today)

Komentar