Sulut Times, Talaud : Sudah hampir 3 bulan tenaga pengajar di Kabupaten Kepulauan Talaud merana.
Ini disebabkan karena Tunjangan Tambahan Penghasil (TTP) mereka belum kunjung dicairkan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Talaud.
Masalah ini mendapat reaksi dari Tokoh Muda Talaud Renalto Tumarah.
Tamarah menilai Kinerja Dikpora Talaud sangat lamban padahal Bupati Elly Engelbert Lasut dan Wakil Bupati Moktar Arunde Parapaga sangat jelas, bahwa TTP wajib dibayarkan, tapi kenapa sampai hari ini belum juga dicairkan.
“Seharusnya Dikpora Talaud secepatnya mencairkan TTP tersebut. Kalau berkas-berkasnya sudah terpenuhi ya secepatnya dicairkan,” tegas Tumarah (Kamis, 02/04/2020).
Ia menambahkan, sebagai daerah yang berada di wilayah perbatasan, TTP sangat membantu para guru dalam hal mencicipi kebutuhan mereka.
“Apalagi dalam situasi saat ini terkait COVID-19, TTP sangat membantu guru-guru dalam hal kebutuhan membeli sembako. Saya berharap secepatnya dicairkan,” ujar pria yang akrab dengan wartawan ini.
Sementara itu, salah satu guru yang enggan makanya dipulikasikan media mengungkapkan, guru-guru penerima TTP di Miangas sampai hari ini belum juga dibayarkan.
“Kami mengabdi di perbatasan dengan sungguh-sungguh, tapi kenapa sampai hari ini belum juga dicairkan. Mohon kepada Dikpora secepatnya di proses,”keluhnya.
Menanggapi keluhan guru – guru Perbatasan terkait TTP yang belum dibayarkan, Bendahara Gaji Dikpora Kepulauan Talaud Rut Siamy saat dihubungi Sulut Times menjelaskan, TTP saat ini masih sementara diproses.
“Yang akan diproses bulan Januari, Februari 2020. Sementara ada juga yang bulan Desember 2019 diproses, karena berkas yang mereka masukan terlambat,” katanya.
Ia menambahkan, untuk TTP bulan Maret belum ada pencairan mengingat ini perintah langsung Bupati saat apel perdana beberapa waktu lalu. (Yustinus Bidu)
























Komentar