Sulut Times, Manado: Wakili pemerintah, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulawesi Utara, Erny Tumundo menegaskan bahwa masyarakat terutama buruh belum membaca aturan yang masih dibahas, sehingga menuntut keadilan.

“Aturan belum ada, prediksi so banyak,” tegasnya kepada ratusan pendemo yang menuntut tidak disahkan RUU Omnimbus Law oleh pemerintah.

Tumundo mengatakan bahwa apa yang dijabarkan pendemo melalui para orator karena tak mengetahui isi dari draft resmi terkait omnimbus law.
Dalam beberapa tulisan yang dibawa pendemo mengatakan bahwa omnimbus law adalah undang-undang titipan iblis.
Aksi demo pun nyaris ricuh setelah pendemo makin anarkis dan main dorong dengan Satuan Polisi Pamong Praja di lobi kantor gubernur.
Sementara itu,
Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah seperti dilansir dari situs resmi kementrian menyatakan, pihaknya akan terus menyosialisasikan RUU Cipta Kerja atau Omnimbus Law kepada SP/SB. Baik mengenai latar belakang maupun poin-poin substansi RUU tersebut.
“Kami menyadari kalau ada yang mengkritisi atau bahkan mungkin menolak, kami harus terus banyak menjelaskan, dan ini yang kami lakukan,” kata Menaker.
Menaker pun mengapresiasi SP/SB yang sudah berkenan melakukan dialog, baik dalam memberikan dukungan maupun kritikan atas RUU Cipta Kerja. “Yang paling penting teman-teman memahami apa yang menjadi isu di luaran, beberapa hal yang ternyata tidak seperti apa yang diatur dalam RUU Cipta Kerja,” jelas Menaker.






























Komentar