Suluttimes.com, AIRMADIDI -Menteri Kelautan dan Perikanan RI Edhy Prabowo mengakui Balai Perikanan Budidaya Air tawar (BPBAT) Tatelu, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), di Sulawesi Utara (Sulut) merupakan salah satu pusat pengolahan ikan air tawar terbesar di Indonesia.
Dengan produksi terbesar, BPBAT Tatelu juga bisa dijadikan contoh bagi pembudidaya ikan bagi daerah lain.
“Bukan hanya ikan air laut, namun sektor perikanan air tawar yang ada di desa Tatelu jelas akan berdampak bagi peningkatan ekonomi masyarakat,” sebut menteri KP saat melakukan kunjungan kerja (kunker) di BPBAT Tatelu, Selasa (18/02/20). Dalam kunjungan itu, menteri Edhy Prabowo didampingi gubernur Sulut Olly Dondokambey, Sekdaprov Edwin Silangen SE MS, Bupati Minut Vonnie Anneke Panambunan (VAP), para pejabat lingkup Pemprov Sulut serta Pemkab Minut.
Bupati Minut Vonnie Panambunan mengapresiasi pihak Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) lewat progam-programnya dalam meningkatkan sumber hasil perikanan. Apalagi pemerintah melalui jasa perbankan bersedia memberikan penguatan modal bagi masyarakat yang ingin berusaha dalam bidang perikani. “Masyarakat atau pelaku bisnis ikan bisa mendapatkan jaminan kredit perbankan dengan bunga 0 persen dalam memajukan usaha mereka. Seperti disinggung pak menteri sekitar Rp190-an Triliun disiapkan pemerintaj melalui jasa perbankan,” ujar Panambunan.

BPBAT yang berlokasi di Tatelu, Minahasa Utara sebagaimana disebutkan menteri akan diperluas, artinya pelatihan budidaya ikan air tawar yang tadinya hanya mampu menampung 80 orang, kedepan akan ditambahkan.
Perihal ini lanjut bupati, BPBAT bisa dijadikan aset, lokasi pelatihan dan pembinaan oleh masyarakat yang ingin memajukan usaha budidaya ikan, khususnya ikan air tawar.
“Dengan pelatihan yang diterima jelas akan mendukung dunia usaha, baik usaha perorangan atau kelompok dalam meningkatkan budidaya ikan air tawar. Apalagi untuk mendapatkan benih juga gratis mengurangi kost dan masyaramat semakin bergairah dalam memajukan usaha ikan air tawar dalam meningkatkan kesejahteraan,” imbuh VAP. (st/dw)



























Komentar