Wali Kota Bitung Takjub Kunjungi SMK Kudus

Bitung. Kudus, Sulut Times — Pemerintah Kota Bitung Ir. Maurits Mantiri MM, bersama ketua tim penggerak PKK Kota Bitung berkunjung ke kabupaten Kudus Provinsi jawa tengah, Kamis, (21/07/2022).

Pada kunjungan itu Wali Kota Bitung . Di dampingi asisten 1 Julius Ondang, kadis pendidikan Eugiene Mantiri, kabag kerjasama Rio Karamoy, kabag hukum Budi Hendiarso serta kabag umum Theo Rorong, ketua TP3 SEPAKT dan David Sompie Presiden Director PT. MSM TTN
Yustinus Setiawan Sustainability and External Affair Group Head, menyambangi 2 SMK yang ada di kab. Kudus.

Sekolah pertama yang di tuju adalah SMK NU maarif Kudus dan di terima langsung oleh Drs. H. Ahmad Nadlib, kepala SMK serta jajaran. (Rabu,20-07-22).

Sekolah yang memiliki 1900san siswa ini memiliki 7 jurusan yaitu :
– Teknik Komputer dan Jaringan
– Teknik Otomatisasi Industri
– Teknik Instalasi Tenaga Listrik
– Teknik Permesinan
– Teknik Pengelasan
– Teknik Kendaraan Ringan
– Teknik Bisnis Sepeda Motor
SMK NU Maarif kudus sudah bekerja sama dengan beberapa perusahaan besar termasuk Daihatsu.
Dalam hal ini peningkatan kualitas dan kinerja SMK untuk menjadi pusat keunggulan sesuai dengan kebutuhan industri dunia usaha kerja (IDUKA), dengan rancangan kurikulum yang dikembangkan bersama IDUKA yang dapat mengkolaborasi PBET ( production based education and training ) berbentuk Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning) atau Pembelajaran Berbasis Industri (melalui Praktek Kerja Industri), dan/atau meliputi:
Peningkatan persentase guru yang bersertifikasi yang diakui IDUKA
Praktek kerja lapangan yang dikembangkan bersama IDUKA;
Sarana prasarana yang sesuai kebutuhan IDUKA sektor Ekonomi Kreatif;
Persentase lulusan yang terserap IDUKA 1 tahun setelah lulus minimal 60%.
Sehingga SMK mempunyai rencana pengembangan dan keberlanjutan Pusat Keunggulan (Center of Excellence), termasuk pengembangan pelatih Pusat Keunggulan (Center of Excellence).

Baca Juga  Juara Umum Jambore Kader PKK Se-Sulut "Milik" Tim PKK Kota Bitung

Kurikulum akan dirancang dan dikembangkan bersama industri sehingga terjadi keselarasan kurikulum antara sekolah dan Industri. Pada Sarana prasarana di standarkan sesuai kebutuhan industri, terlaksananya magang guru bersertifikasi, adanya program PKL dikembangkan dengan IDUKA sesuai dengan LINk AND MACH hingga mutu lulusan relevan dengan kebutuhan Industri sehingga prosentase lulusan terserap minimal 60%. Program pengembangan pelatih Pusat Keunggulan untuk sekolah sekitar. Dengan Menyusun rencana pengembangan dan keberlanjutan pusat Keunggulan.

Prestasi yang pernah di dapat dalam lomba sekolah berbasis industri merebut juara 1 yang di selengarakan oleh Pintar Bersama Daihatsu. Para siswa juga berkesempatan untuk magang di perusahaan yang ada di jepang. Kata kepsek smk NU maarif kudus.

Baca Juga  Kurang dari 24 Jam Jasa Raharja Serahkan Santunan Ahli Waris Kecelakaan Maut Balikpapan

H. Fariddudin, S.Sn kepala SMK Raden Umar Said (RUS) Kudus menerima wali Kota Bitung bersama rombongan. SMK RUS memiliki 1165 siswa serta memiliki 6 jurusan yaitu :
– jurusan animasi,
– jurusan desain komunikasi visual,
– jurusan pengembangan perangkat lunak dan game,
– jurusan desain grafika serta
– jurusan teknik grafika
SMK digital ini mempunyai fokus pada kemauan anak(murid), murid di beri ruang untuk berkreatif sesuai dengan gayanya sendiri. Farid juga menjelaskan bahwa sudah banyak proyek yang di kerjakan oleh para murid-muridnya, proyek terakhir adalah SABDA ALAM, film pendek yang berdurasi sekitar 4 menit ini menceritakan tentang kehidupan burung yang ada di alam liar di tangkap dan di perdagangkan oleh manusia, film animasi ini mendapat pujian dari menteri pariwisata dan ekonomi kreatif, menteri keuangan, serta para artis dan pelaku seni lainnya.

Baca Juga  Siapkan Fasilitas Sidik Jari, BPJS Kesehatan Mudahkan Layanan Cuci Darah JKN-KIS

Sementara itu rombongan di ajak berkeliling melihat seluruh ruang belajar para siswa yang memang di beri kesempatan untuk berkreasi, tidak seperti sekolah – sekolah yang lain bahwa siswa harus duduk di kursi dan menghadap papan tulis, di sini ruang belajarnya sama seperti d cafe-cafe, jadi para siswa bisa rileks, ada juga yang sementara mendesain sambil melantai, rebahan sesuai gaya masing masing.

Maurits Mantiri, sendiri sangat kagum dengan cara belajar yang di terapkan oleh 2 SMK yang ada di kabupaten Kudus ini Wali Kota mengatakan, “Ini adalah salah satu bentuk penghargaan kepada murid-murid mereka agar supaya bisa berkreatif tanpa ada tekanan dari para pengajar, tapi tetap harus terus di kontrol, untuk Smk NU Maarif Amin sendiri mereka bisa langsung mencetak para calon pekerja yang siap bersaiing di bidangnya masing masing, ini memang harus di mulai dari mindset agar tercipta SDM yang unggul.” Tutup Mantiri.

Sumber berita Prokompi Bitung
(FeryM)

(Visited 56 times, 1 visits today)

Posting Terkait

Baca Juga

Komentar