Sulut Times, Talaud : Setelah sempat dinyatakan negatif hasil pemeriksaan Rapid Test kepada salah seorang warga Mangaran, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid – 19 Kabupaten Kepulauan Talaud Rabu, 13 Mei menerima hasil yang sangat mengagetkan.
“Untuk OTG Mangaran, hasil swab pertama negatif, dan pada hari ini, 13 Mei keluar hasil swab yang kedua ternyata positive,” ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dr. Kerry D. Monangin, melalui WhatsApp yang diterima redaksi, Rabu (13/5) 2020 sore.
Dia menambahkan, dengan dinyatakan sebagai pasien pertama positif Covid-19, maka pihaknya langsung memperpanjang masa isolasi terhadap yang bersangkutan sekaligus melakukan pengobatan lanjutan.
“Kemudian, sesuai juknis, kami juga hari ini langsung mengambil sampel untuk pemeriksaan Swab ketiga terhadap Pasien 01 positif Covid-19 serta pemeriksaan Swab pertama untuk 4 orang anggota keluarga yang kontak erat dan langsung dikirim ke Manado. Esok, akan diambil sampel untuk pemeriksaan Swab keempat untuk Pasien 01 positif Covid-19 dan Swab kedua untuk 4 orang kontak erat,” jelas Monangin.
Saat ini, lanjut Monangin, kondisi Pasien 01 tetap tidak ada keluhan atau menunjukan gejala.
Karena itu, untuk sementara yang bersangkutan masih diisolasi di rumahnya dengan pengawasan ketat tim medis.
“Sesuai pedoman pasien ini bisa diisolasi dan diterapi di rumah, karena tidak bergejala. Namun tentunya tetap dengan petunjuk terapi dari dokter spesialis,” tutupnya.
Diberitakan sebelumnya, Pasien 01 ini tercatat memiliki riwayat pernah berada di Sukabumi mengikuti pendidikan Sekolah Pembetukan Perwira (Setukpa) Polri.
Pada 16 April ia terbang ke Manado dan tiba di kembali di Talaud pada 18 April menumpang KM Barcelona 2.
Pada 14 April, saat berada di Sukabumi, ia sempat menjalani rapid test pertama di
RS Bhayangkara Sukabumi dengan hasil non reaktif.
Tetapi pada rapid test berikutnya, saat berada di Mangaran, hasilnya reaktif dan pada 8 Mei hasil pemeriksaan Swab pertama hasilnya negatif.
Pasca dinyatakan reaktif rapid test pada 24 April lalu tim gugus tugas sudah langsung melakukan contact tracking yang hasilnya, ada 15 kontak erat, dan disebutkan, kemungkinan akan bertambah.
“Sudah 15 orang yang masuk dalam kontak erat. Kemungkinan kontak erat masih akan bertambah,” ungjap Monangin
























Komentar