Wujudkan Asta Cita di Bumi Nyiur Melambai, Gubernur Yulius Selvanus Beberkan 6 Langkah Strategis Otonomi Daerah

​Sulut Times, MANADO – Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, memimpin langsung Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-XXX di Lapangan Provinsi, Senin (27/4). Dalam momentum bersejarah ini, Gubernur menekankan pentingnya sinergi daerah untuk mewujudkan visi besar Asta Cita.

​Saat membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Yulius menegaskan bahwa otonomi daerah adalah alat vital untuk mempercepat pemerataan pembangunan. Ia menyebut kemandirian dalam mengelola potensi lokal sebagai kunci utama kesejahteraan masyarakat.

​”Keberhasilan pembangunan nasional memerlukan sinkronisasi dan koordinasi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah,” tegas Yulius di hadapan peserta upacara.

​Gubernur memaparkan enam fokus utama yang akan menjadi kompas pelaksanaan otonomi daerah ke depan:

  1. Integrasi Perencanaan: Menghapus tumpang tindih program dan duplikasi anggaran pusat-daerah.
  2. Reformasi Birokrasi: Menciptakan tata kelola modern yang lincah melalui digitalisasi terintegrasi.
  3. Kemandirian Fiskal: Mendorong daerah berinovasi meningkatkan pendapatan asli tanpa terus bergantung pada dana transfer pusat.
  4. Kolaborasi Lintas Wilayah: Menyelesaikan masalah strategis seperti transportasi dan banjir secara bersama-sama.
  5. Prioritas Layanan Dasar: Menjamin akses kesehatan, pendidikan, dan air bersih guna memangkas ketimpangan.
  6. Ketahanan Daerah: Memperkuat stabilitas dalam menghadapi krisis ekonomi maupun bencana alam.
Baca Juga  Kado Toleransi dari Manado: Saat Menag Nasaruddin Umar Menyapa Katedral dan Masjid

​Menindaklanjuti arahan Presiden RI, Gubernur Yulius menginstruksikan seluruh pemerintah kabupaten/kota di Bumi Nyiur Melambai untuk menerapkan prinsip efisiensi anggaran secara ketat.

​Ia meminta para kepala daerah memastikan setiap rupiah memberikan nilai tambah nyata bagi rakyat. Gubernur melarang keras penggunaan anggaran untuk kegiatan yang hanya bersifat seremonial tanpa dampak konkret.

​”Mari kita hadirkan kebijakan yang berpihak pada rakyat, mulai dari swasembada pangan, pengentasan stunting, hingga pengembangan UMKM,” pungkasnya.

​Hadir dalam upacara tersebut Wakil Gubernur Dr. J. Victor Mailangkay, jajaran Forkopimda Sulut, serta pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

(Visited 92 times, 1 visits today)

Komentar